Mayat Hidup Lagi di Bogor
5 FAKTA Kasus Mayat Hidup di Bogor: RSUD Temukan Hal Janggal, Perawat Sebut Jari US Bergerak Sedikit
Berikut ini adalah fakta-fakta terbaru soal kasus mayat hidup di Bogor.
"Awalnya kita ingin memastikan jenazah ternyata setelah dibuka dilihat jasad masih bergerak gerak," kata dia kepada wartawan, Senin 14 November 2022.
Keluarga pun, sambung dia, kaget dan sempat tak percaya melihat jasad US bergerak kembali.
Diakui oleh Saputra, pihak keluarga sudah mempersiapkan upacara pemakaman dari US.
"Keluarga sudah mempersiapkan upacara pemakaman. Hanya setelah seperti itu kita tetap untuk melihat jasad korban terakhir kali diperiksa dulu ternyata masih hidup kaget keluarga," ungkapnya.
Alhasil, langsung saja, kata Saputra, US dibawa ke klinik untuk memastikan kondisi dari US.
"Kita langsung ambil tindakan cepat langsung dibawa ke klinik untuk dikasih oksigen. Selanjutnya di rujuk ke RSUD Kota Bogor," ungkapnya.
Setelah dinyatakan bernafas kembali, kata dia, keluarga mengaku senang dan tidak menyangka kejadian ini terjadi kepada pihak keluarganya.
"Keluarga senang gak nyangka karena beliau berangkat dari rumah dalam keadaan yang memang sehat dan memang sebelumnya beliau itu tidak ada tanda tanda langsung drop gitu," tambahnya.
Saat ini, kata dia, US sedang dilakukan penanganan lebih lanjut oleh pihak RSUD Kota Bogor.
Baca juga: Update Kasus Mayat Hidup Lagi di Bogor, Perawat: Mata Kedip-kedip di Dalam Peti, tapi Tidak Terbuka
"Beliau di RSUD Kota yang jaga keluarga inti termasuk istrinya," tandasnya.
5. RSUD Kota Bogor: Itu Hoaks
Menanggapi kasus mayat hidup di Bogor, Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor menegaskan jik kabar mayat hidup kembali di rumah sakit merupakan hoaks.
Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor Ilham Chaidir mengatakan pasien berinisial US dikabarkan kembali hidup setelah dinyatakan meninggal dunia dan dimasukkan ke dalam peti itu, datang ke RSUD dalam keadaan sadar.
"Bukan (tidak datang menggunakan peti mati, red.). Jadi dia (pasien, red.) ke RSUD itu dalam keadaan penurunan kesadaran. Datang pun sudah sadar. Salah besar (pasien dinyatakan meninggal di RSUD kembali hidup, red.)," katanya dikutip Tribun-Bali.com dari Antara pada Selasa 15 November 2022.
Sebelumnya, beredar video di media sosial dengan deskripsi "mayat hidup kembali di RSUD Kota Bogor".
Ilham menegaskan saat tiba di RSUD Kota Bogor pada 11 November 2022, pasien dalam keadaan sadar meski mengalami penurunan kesadaran karena gangguan kekurangan oksigen pada otak.
Ketika pasien tiba di IGD RSUD, sesuai SOP dalam menerima dan menangani pasien, petugas rumah sakit langsung melakukan penanganan dengan baik.
Saat ini, kata Ilham, pasien sudah masuk ruang rawat inap dalam keadaan membaik dan masih dalam penanganan serta pengawasan intensif.
Mengenai kabar pasien tersebut sempat dinyatakan meninggal, kata Ilham, cerita itu berawal dari hebohnya pihak keluarga dan tetangga pasien di kediaman di Rancabungur, Kabupaten Bogor.
Dari keterangan pihak yang membawa pasien ke RSUD, pasien tersebut sempat dibawa ke klinik 24 jam terlebih dahulu.
"Kata klinik 24 jam itu tidak bisa (ditangani di klinik, red.) harus langsung ke rumah sakit. Di rumah sakit (datang, red.) enggak pakai peti. Seperti pasien biasa, pakai ambulans," katanya.
Bahkan, kata Ilham, mengenai pasien yang dikabarkan didiagnosa sudah meninggal dunia sebelum dibawa ke RSUD, pihak keluarga tidak bisa menjelaskan rumah sakit yang mendiagnosa dan tidak bisa menunjukkan surat kematian dari rumah sakit yang mendiagnosa.
"Jadi kami dari RSUD domainnya mengerjakan pasien sesuai SOP aja. Di luar itu bukan kewenangan kita, terkait kisah sebelumnya bisa tanya kepada keluarganya langsung," ujarnya.
(*)
Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul Kapolres Bogor Sebut Mayat Hidup Kembali di Bogor Tidak Diberangkatkan dari Semarang dan di Tribunnews.com dengan judul Pengakuan Perawat yang Tangani Mayat Hidup Lagi: si Pria Masih dalam Peti, Sempat Bergerak Miring.