Rudal Rusia Hantam Polandia

Pemimpin NATO & G7 Gelar Rapat Dadakan di Sela KTT G20 Bali, Bahas Soal Rudal Rusia Hantam Polandia

Para pemimpin NATO dan G7 sepakat dengan Polandia menyelidiki kasus Rusia jatuhi Rudal ke Timur Polandia

Penulis: Sunarko | Editor: I Putu Juniadhy Eka Putra
SAUL LOEB / AFP
Presiden AS Joe Biden (Tengah), Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, Kanselir Jerman Olaf Scholz, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, Perdana Menteri Jepang Kishida Fumio, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Presiden Dewan Eropa Charles Michel, Perdana Menteri Spanyol. 

Pemimpin NATO & G7 Gelar Rapat Dadakan di Sela KTT G20 Bali, Bahas Soal Rudal Rusia Hantam Polandia

TRIBUN-BALI.COM, NUSA DUA - Para pemimpin Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan The Group of Seven (G7) menggelar  rapat darurat di Nusa Dua, Bali, di sela agenda Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada Rabu 16 November 2022.

Rapat mendadak itu diadakan menyusul berita "nyasarnya" rudal-rudal Rusia ke wilayah timur Polandia pada Selasa 15 November 2022.

Polandia adalah salah-satu anggota NATO.

Sebelumnya pihak NATO sudah menegaskan bahwa akan membalas sejengkal apapun wilayah negara-negara anggotanya jika ada serangan dari Rusia menyusul perang Rusia-Ukraina.

Rapat darurat tersebut membuat penanaman bibit mangrove di Tahura Mangrove sebagai agenda sampingan KTT G20 Bali, jadi mundur dari jam yang dijadwalkan.

Para pemimpin NATO dan G7 yang mengikut rapat mendadak itu antara lain Presiden Amerika Serikat Joe Biden, PM Inggris Rishi Sunak, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri (PM) Italia Giorgia Meloni, Perdana Menteri (PM) Belanda Mark Rutte, Presiden Dewan Eropa (European Council) Charles Michel, Kanselir Jerman Olaf Scholf, Presiden Spanyol Pedro Sanchez, dan PM Jepang Fumio Kishida (unsur G7).

Inilah bunyi pernyataan bersama para pemimpin NATO dan G7 sebagaimana disampaikan dalam siaran pers Sekretariat Jenderal Dewan Eropa, Rabu 16 November 2022.
Inilah bunyi pernyataan bersama para pemimpin NATO dan G7 sebagaimana disampaikan dalam siaran pers Sekretariat Jenderal Dewan Eropa, Rabu 16 November 2022. (Istimewa)

Berdasarkan siaran pers Sekretariat Jenderal Dewan Eropa yang diperoleh Tribun Bali, pernyataan bersama (joint statement) para pemimpin NATO dan G7 yang rapat di Nusa Dua Bali adalah sebagai berikut:

Baca juga: Eropa Timur Memanas NATO Siaga 1, Menhan Rusia Bantah Rudalnya Hantam Polandia & Pesan Damai Jokowi

"Kami mengutuk serangan rudal biadab yang dilakukan Rusia di kota-kota Ukraina dan infrastruktur sipil pada hari Selasa (15/11/2022)," demikian bunyi awal pernyataan bersama itu.

"Kami membahas ledakan yang terjadi di bagian timur Polandia dekat perbatasan dengan Ukraina. Kami menawarkan dukungan penuh kami untuk dan membantu penyelidikan yang sedang berlangsung di Polandia," lanjut pernyataan itu.

"Kami setuju untuk tetap berhubungan dekat untuk menentukan langkah selanjutnya yang sesuai investigasi berlangsung," sambung pernyataan itu.

"Kami menegaskan kembali dukungan teguh kami untuk Ukraina dan rakyat Ukraina dalam menghadapi agresi Rusia yang sedang berlangsung, serta kesiapan berkelanjutan kami untuk meminta pertanggungjawaban Rusia atas serangannya yang kurang ajar terhadap komunitas Ukraina, bahkan saat G20 bertemu untuk bersepakat dengan dampak perang yang lebih luas," tandas pernyataan yang dikeluarkan di Brussels, Swedia itu.

'Kami semua menyampaikan belasungkawa kami kepada keluarga para korban di Polandia dan Ukraina," demikian pernyataan itu dipungkasi.

Rusia Tidak Memiliki Informasi Soal Ledakan Rudal di Polandia

Dikutip Tribun-Bali.com dari Aljazeera, Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan dia tidak memiliki informasi tentang ledakan rudal di Polandia.

"Sayangnya, saya tidak memiliki informasi tentang ini," kata Peskov menjawab pertanyaan dari kantor berita Reuters.

Baca juga: Rudal Rusia Hantam Polandia, Joe Biden akan Beri Dukungan Penuh, Minta G7 dan NATO Rapat Darurat

Sebelumnya Kementerian Pertahanan Rusia menyebut laporan bahwa rudal Rusia telah mendarat di dalam perbatasan Polandia anggota NATO sebagai "provokasi yang disengaja" untuk menyebarkan berita palsu tentang Rusia.

Rusia menggempur fasilitas energi Ukraina pada hari Selasa dengan rentetan rudal terbesarnya, menyerang target di seluruh negeri dan menyebabkan pemadaman listrik yang meluas.

Sementara itu, Ukraina mengatakan tuduhan bahwa salah satu misilnya telah mendarat di Polandia adalah "teori konspirasi".

“Rusia sekarang mempromosikan teori konspirasi bahwa diduga rudal pertahanan udara Ukraina jatuh di wilayah Polandia. Ini tidak benar. Tidak seorang pun boleh membeli propaganda Rusia atau memperkuat pesannya,” kata Menteri Luar Negeri Dmytro Kuleba di Twitter.

Serangan Pertama Rusia di Luar Ukraina

Jika serangan rudal ke Polandia memang dilakukan Rusia, maka ini akan menjadi serang rudal pertama Rusia yang mendarat di luar Ukraina sejak pertama kali Negeri Beruang Merah itu melakukan invasinya pada 24 Februari 2022 lalu.

Laporan pada hari Selasa memicu kekhawatiran dan seruan yang meluas untuk menentukan dengan tepat apa yang terjadi.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved