Pilpres 2024
Survey Indostrategic Unggulkan Duet Anies Baswedan dan AHY di Jakarta, Ganjar-Erick Jauh Tertinggal
Duet antara Anies Baswedan dan AHY jadi pasangan calon presiden yang paling diunggulkan di Jakarta sesuai dengan survey Indostrategic
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Duet antara Anies Baswedan dan AHY jadi pasangan calon presiden yang paling diunggulkan di Jakarta sesuai dengan survey Indostrategic.
Survey Indostrategic mengungkapkan mayoritas warga di Jakarta memilih untuk mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono dalam Pilpres 2024.
Pasangan lain seperti Ganjar Pranowo dan Erick Thohir malah tertinggal sangat jauh dari perolehan survei yang dilakukan oleh Indostrategic.
Direktur Eksekutif Indostrategic Khoirul Umam mengungkapkan bahwa simulasi yang dilakukan di Jakarta, sebagian besar aspirasi masyarakat Ibu Kota jatuh ke pasangan Anies-AHY.
Baca juga: Sarapan Bareng Gibran, Anies Baswedan Bantah Safari Politik ke Solo, Anies: Urusan Pilpresnya Nanti
"Terkait simulasi pasangan capres-cawapres, aspirasi masyarakat DKI Jakarta lebih mengunggulkan Anies-AHY di berbagai skema koalisi," ucap Direktur Eksekutif Indostrategic Khoirul Umam dalam keterangan tertulis dikutip Selasa 15 November 2022 lalu.
Dalam simulasi tiga pasang capres-cawapres, pasangan Anies-AHY unggul signifikan di angka 51,6 persen.
Kemudian, posisi kedua ada duet Ganjar Pranowo dengan Erick Thohir di angka 29,1 persen dan pasangan Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar di posisi ketiga dengan 10,4 persen.
Kemudian, pada simulasi dua pasangan capres-cawapres, pasangan Anies-AHY juga unggul (57 persen) jika berhadapan dengan Ganjar-Erick (34,4 persen).
Sedangkan, bila berhadapan dengan Prabowo-Muhaimin, duet Anies-AHY juga unggul 61,7 persen berbanding 22,3 persen.
Khusus untuk simulasi tiga pasangan capres-cawapres, duet Anies-AHY mendapat dukungan besar dari basis PKS (72,3 persen), NasDem (73,6 persen), dam Demokrat (72,3 persen).
Baca juga: Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Bertemu Anies Baswedan di Novotel Solo
Kemudian, PPP dengan 68,6 persen, PAN 55 persen, Gerindra 50,4 persen, Golkar 50 persen, dan PKB 47 persen.
"Adapun Ganjar-Erick didukung kuat oleh pemilih PDIP (68,6 persen), Perindo (64,7 persen), dan PSI (73,9 persen), sedangkan Prabowo-Muhaimin dukungannya relatif merata," tuturnya.
Sebagai informasi, survei ini diikuti oleh 1.200 responden yang dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling).
Seluruh responden merupakan warga Jakarta yang memiliki hak pilih dalam Pemilu, yaitu sudah berusia di atas 17 tahun atau sudah menikah saat survei dilakukan.
Adapun jajak pendapat ini dilakukan secara tatap muka pada periode 8 Oktober sampai 16 Oktober 2022.
Hasil survei ini memiliki toleransi kesalahan (margin of error) sebanyak plus minus 2,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Baca juga: Dukung KTT G20, Anies Baswedan Batal Hadiri KAHMI, Anies: Ini Adalah Misi yang Diembankan

Adu Elektabilitas
Nama Prabowo, Anies, dan Ganjar memang hampir selalu masuk dalam tiga besar tokoh dengan elektabilitas terbesar menurut survei banyak lembaga.
Survei Political Weather Station (PWS) yang dirilis Jumat 7 Oktober 2022 lalu misalnya, memperlihatkan bahwa nama Prabowo paling banyak dipilih responden (30,8 persen).
Menyusul kemudian nama Ganjar (18,8 persen) dan Anies yang tak terpaut jauh (17,5 persen), namun Survei Indikator menunjukkan hasil yang berbeda.
Dalam survei yang dirilis Minggu 2 Oktober 2022 lalu, elektabilitas Ganjar disebut yang paling tinggi (29 persen). Di posisi kedua ada nama Prabowo (19,6 persen), dan mengekor nama Anies (17,4 persen).
Serupa, survei Charta Politika yang dirilis Kamis 22 September 2022 lalu juga memperlihatkan bahwa elektabilitas Ganjar menduduki urutan puncak (31,3 persen). Dua nama setelahnya lagi-lagi Prabowo (24,4 persen) dan Anies (20,6 persen).
Sementara hasil jajak pendapat Lembaga Survei Jakarta (LSJ) yang dirilis Selasa 27 September 2022 menyebutkan, Prabowo peringkat satu tokoh dengan elektabilitas tertinggi (31,5 persen).
Sedangkan Ganjar di urutan kedua (20,8 persen), dan Anies di urutan ketiga (16,9 persen).
Lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dalam surveinya baru-baru ini mengungkapkan, sedianya suara PDI-P akan bertambah 15 persen jika mengusung Ganjar sebagai capres.
Sementara, jika partai banteng mengusung putri mahkota mereka, Puan Maharani, elektabilitas PDI-P disebut tak akan meningkat, tapi malah tergerus.
Seperti diketahui, salah satu dari Ganjar dan Puan disebut-sebut bakal diusung PDI-P untuk menjadi capres.
"Kalau dimasukan Ganjar, naik cukup tajam. Intinya, bukan soal persennya, Ganjar memperkuat PDI-P secara signifikan, persisnya," kata pendiri SMRC, Saiful Mujani dikutip dalam tayangan Youtube SMRC TV, Kamis 29 September 2022 lalu.
Adapun survei Litbang Kompas pada 4-6 Oktober menunjukkan, deklarasi Anies Baswedan sebagai capres Nasdem memberikan efek elektoral ke partai yang dimotori Surya Paloh itu.
"Hasil jajak pendapat Kompas mencatat, sebagian besar responden (49,5 persen) meyakini apa yang dilakukan Nasdem dengan mendeklarasikan nama Anies sebagai bakal capresnya,”
“Misalnya, diyakini akan mampu menaikkan perolehan suara Nasdem pada Pemilu 2024," kata peneliti Litbang Kompas, Rangga Eka Sakti dikutip Harian Kompas, Senin 10 Oktober 2022 lalu.
Meskipun masih jauh dari Pilpres 2024, namun melihat hasil elektabilitas masing-masing calon, bukan tidak mungkin ANies akan memboyong AHY untuk jadi calon wakil presiden pada Pilpres 2024 mendatang. (*)
Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Survei Indostrategic: Duet Anies-AHY Jadi Favorit Warga Jakarta di Pilpres 2024