Berita Bali

Bahas Digital Security, AMSI Bali : ‘Save Password’ Jadi Celah Awal Kejahatan Digital

AMSI Bali sampaikan pandangannya soal digital security dalam Pemilu di Era digital. Disebutkan, ‘Save Password’ jadi celah awal kejahatan digital.

Penulis: Ida Bagus Putu Mahendra | Editor: Putu Kartika Viktriani
Tribun Bali/Ida Bagus Putu Mahendra
Suasana diskusi yang digelar oleh AMSI Bali di Kubu Kopi, Denpasar. I Ketut Adi “Centong” Sutrisna (baju hitam) selaku Ketua Bidang Cek Fakta AMSI Bali menyebut ‘save password’ celah keamanan digital. AMSI Bali sampaikan pandangannya soal digital security dalam Pemilu di Era digital. Disebutkan, ‘Save Password’ jadi celah awal kejahatan digital. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - AMSI Bali sampaikan pandangannya soal digital security dalam Pemilu di Era digital.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Bidang Cek Fakta AMSI Bali, I Ketut Adi “Centong” Sutrisna dalam acara diskusi yang digelar AMSI Bali di Warung Kubu Kopi pada Sabtu 19 November 2022.

Pria yang akrab disapa Centong itu menuturkan, memilih ‘save password’ dalam sebuah website memang dapat memudahkan pengguna.

Namun, hal tersebut justru menjadi celah keamanan digital bagi pengguna.

Pasalnya, ‘save password’ dapat diartikan sebagai menyimpan password di dalam sebuah website, yang dimana website tersebut terhubung dengan e-mail pengguna.

“Ketika kita masuk ke website, memasukan email dan password, kemudian kita simpan untuk memudahkan agar bisa login lagi.”

“Padahal, di situ sudah menjadi celah awal karena itu kan kita login menggunakan akun email. Ketika kita menyimpan, itu sudah tersimpan di akun email tersebut,” ucap I Ketut Adi “Centong” Sutrisna pada Sabtu 19 November 2022.

Baca juga: STMIK Primakara Partisipasi di Side Event KTT G20 di Bali Lewat Startup dan Ekonomi Kreatif Digital

Jika nantinya ada oknum yang mencoba untuk meretas website tersebut, secara serta merta, semua data yang terdapat pada email tersebut akan diketahui oleh peretas.

“Masalahnya adalah, secara teknis, si hacker melakukan hack. Ketika sudah didapatkan akun email tersebut, serta merta semua data yang ada dalam email itu akan didapatkan,” jelas Ketua Bidang Cek Fakta AMSI Bali.

Centong menyarankan, masyarakat yang kerap berselancar di dunia maya agar mulai berhenti dari kebiasaan ‘save password’.

“Ya saran dari saya, mulai sekarang dihentikan untuk menyimpan username dan password pada browser. Jadi itu celah awal agar data kita diambil,” pungkas I Ketut Adi “Centong” Sutrisna dalam diskusi AMSI Bali di Kubu Kopi pada Sabtu 19 November 2022.

Lebih lanjut, I Ketut Adi “Centong” Sutrisna menjelaskan, terdapat empat pilar literasi digital yang perlu diperhatikan.

Pasalnya, hal tersebut penting dipelajari guna memahami ruang digital.

Adapun empat pilar literasi tersebut yakni cakap digital (Digital Skill), etika digital (Digital Ethics), budaya digital (Digital Culture), dan keamanan digital (Digital Safety).

Tak hanya dihadiri oleh I Ketut Adi “Centong” Sutrisna selaku Ketua Bidang Cek Fakta AMSI Bali sebagai pembicara, diskusi tersebut mengundang dua narasumber lainnya yakni I Gede John Darmawan selaku Komisioner KPU Bali, dan Dr. Ni Made Ras Amanda Gelgel, S.Sos., M.Si selaku akademisi dari Universitas Udayana.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved