Berita Gianyar
Cuaca Ekstrim, Harga Bunga Pacah Lebih Mahal Dari Beras
bunga pacah merupakan salah satu komiditi yang penting bagi masyarakat di tanah air.b
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Bunga pacah merupakan salah satu komiditi yang penting bagi masyarakat di tanah air. Sebab kerap dijadikan untuk kegiatan upacara. Mulai dari upacara kematian hingga dewa yadnya. Biasanya, dalam mendapatkan bunga pacah ini cukup mudah. Sebab berbunga sepanjang tahun atau dalam satu are kebun, petani bisa memetiknya setiap hari. Karena itu, nilai jual bunga pacah pun cukup murah, yakni di kisaran rata-rata Rp 2.500 per kilogram di hari biasa.
Biasanya, di Bali, kenaikan harga pun hanya terjadi menjelang Hari Raya Galungan dengan rata-rata Rp 9.000 per kilogram. Namun berbeda dengan nilai jual bunga pacah sejak awal November 2022 ini. Meskipun belum memasuki suasana hari raya, harga jual pacah sangat tinggi, per Senin 21 November 2022 ini. Yakni menyentuh harga Rp 14 ribu per kilogram. Sementara di hari yang sama, harga beras hanya di kisaran Rp 10-12 ribu per kilogram.
Petani pacah, Sang Ayu Putu Murni membenarkan saat ini harga pacah sangat tinggi. Hal tersebut tak terlepas dari kondisi cuaca yang ekstrime belakangan ini, yakni pagi sampai siang panas terik daj siang sampai sore hujan lebat. Kondisi itupun menyebabkan pacah gagal panen. "Banyak bunga yang rusak karena cuaca, makanya stok cukup terbatas sehingga harga jual tinggi. Tumben seperti ini," ujar perempuan asal Temesi, Gianyar itu.
Kepala UPT Pasar Rakyat Gianyar, Nengah Nama Artawa juga mengatakan hal demikian. Kata dia, kenaikan harga pacah terjadi sejak memasuki November 2022 ini. Kata dia, di Pasar Rakyat nilai per kilogramnya saat ini Rp 14 ribu. "Ini harga tertinggi bunga pacar tahun ini, biasanya harga tertinggi kisaran sepuluh ribuan," ujar Artawa.
Dia menjelaskan, pemasok bunga pacah di Pasar Rakyat Gianyar merupakan petani sekitar Kecamatan Gianyar, Kecamatan Blahbatuh dan Sukawati. Dia menyebutkan, kenaikan ekstrim ini dikarena cuaca ekstrim. "Harga saat ini karena cuaca tidak menentu, bunganya rontok di pohon, sedangkan permintaan tinggi. Ini sudah hukum pasar," ujarnya.
Selain pacah, komoditi yang juga mengalami kenaikan harga adalah beberapa sayur. Seperti tomat, yang semula Rp 8.000 kini menjadi Rp 13 ribu per kilogram. Wortel naik dari Rp 14 ribu menjadi Rp 16 ribu. Kacang Panjang dari harga Rp 8.000 menjadi Rp 10 ribu per ikat jumbo, bawang merah dari Rp 25 ribu menjadi Rp 30 ribu perkilogram.
Kadisperindag Gianyar, Ni Luh Gede Eka Suari juga mengatakan bahwa karena cuaca ekstrim, sejumlah komoditi mengalami kenaikan harga signifikan. "Ini karena permintaan tinggi, di samping itu, beberapa komoditas sayur di beberapa tempat mengalami gagal panen. Namun secara umum harga kebutuhan pokok, seperti beras dan kebutuhan pokok lain masih terkendali," ujar Eka. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Salah-satu-kebun-bunga-pacah-di-Kabupaten-Gianyar-Bali-sebelum-cuaca-ekstrim.jpg)