Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Gianyar

GEMETAR Istri Rida, Mobil Karimun Mereka Tertimpa Rumpun Bambu di Tegalalang Bali

Saat Rida dan istrinya terjebak di dalam rumpun bambu, pementasan calonarang sedang memasuki adegan seram, yakni keluarnya 'mayat'.

Tayang:
Tribun Bali/ISTIMEWA
EVAKUASI - Petugas BPBD Gianyar sedang mengevakuasi mobil tertimpa rumpun bambu, di Tegalalang, Rabu (14/1) dini hari. 

TRIBUN-BALI.COM - Di dalam mobil Karimun yang tertimpa rumpun bambu tumbang di jalur Jasan menuju Timbul, kawasan Desa Pupuan, Kecamatan Tegalalang, Gianyar, Selasa (13/1) malam.

Terdapat I Wayan Rida, pria berusia sekitar 52 tahun bersama istrinya asal Banjar Tegal Payang, Desa Pupuan, Kecamatan Tegalalang. Dan, saat kejadian, mobil tersebut sedang dikemudikan istrinya.

Kepada wartawan, Rida mengatakan saat kejadian terjadi, dirinya gemetar. Bahkan istrinya terus menenangkan, hingga akhirnya pertolongan pun datang. 

“Saya sempat tertahan di dalam mobil dan berusaha membuka pintu, tapi tidak bisa. Istri saya terus menenangkan dan kami mencoba bersabar sampai bantuan datang,” ujarnya, Rabu (14/1).

Baca juga: NYAMAR Jadi Peternak Babi, Mila 2 Tahun Buron, Terpidana Korupsi Rp 1,4 M Tertangkap di Bali

Baca juga: GAK KAPOK! SU Terancam Penjara Seumur Hidup, Residivis Narkoba Jaringan Jakarta Kembali Diringkus 

Berdasarkan informasi dihimpun Tribun Bali, kondisi saat peristiwa tersebut terjadi relatif 'menyeramkan'. Jalanan tersebut gelap gulita, sekelilingnya merupakan areal sepi, penuh pepohonan besar. Belum lagi, di atas tebing sedang digelar pertunjukan calonarang. 

Saat Rida dan istrinya terjebak di dalam rumpun bambu, pementasan calonarang sedang memasuki adegan seram, yakni keluarnya 'mayat'. Dimana saat adegan tersebut, gending gamelan yang dimainkan bernada seram. Belum lagi suara-suara tangisan dan suara binatang yang diputar melalui pengeras suara untuk menambah kesan mencekam dalam pementasan calonarang, membuat suasana di dalam mobil Rida menjadi tambah menyeramkan. 

Beruntung, petugas kepolisian dan TNI yang tengah menjaga pementasan calonarang mengetahui adanya peristiwa ini, sehingga mereka pun langsung menuju TKP. Kepanikan Rida pun akhirnya mereda.

Sebelumnya diberitakan, hujan lebat disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Gianyar, Bali pada Selasa malam, menyebabkan rumpun bambu tumbang di Jalan Jasan menuju Timbul. Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun. Akses lalu lintas terganggu. 

Sebelum peristiwa tersebut terjadi, hujan lebat disertai angin kencang mengguyur kawasan tersebut dalam durasi yang cukup lama. Diduga karena tanah tumpuan rumpun bambu ini labil, sehingga tak kuat menahan beratnya rumpun bambu. Ditambah lagi angin yang terus berembus kencang, menyebabkan rumpun bambu tumbang ke jalan. 

Nahas saat itu, sebuah mobil Karimun kotak tengah melintas di bawahnya. Pohon itupun menimpa. Beruntung, bodi mobil mungil itu relatif kuat, tidak gepeng pascatertimpa rumpun bambu, sehingga pengemudi yang ada di dalamnya pun bisa keluar dengan selamat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar, telah melakukan tindakan terhadap kejadian ini. Namun karena volume bambu yang relatif padat, sehingga sampai Rabu pukul 05.25 Wita, penanganan baru bisa dilakukan sebanyak 60 persen. Namun demikian, akses jalan sudah bisa dilalui, dan kendaraan yang tertimpa pohon sudah bisa dikeluarkan. 

Kepala Pelaksana BPBD Gianyar Ida Bagus Putu Suamba membenarkan hal tersebut. Kata dia, pihaknya telah turun untuk melakukan evakuasi.

"Penanganan serumpun bambu tumbang menimpa mobil di jalan Jasan menuju Timbul baru dapat ditangani 60 persen. Namun akses jalan sudah terbuka dan mobil ya g tertimpa sudah dapat dikeluarkan, sisa akar bambu tidak dapat di tangani karena tidak ada sumber air yang dekat penanganan, selanjutnya akan dikoordinasikan kembali," ujarnya.  

Kapolsek Tegalalang, AKP Ketut Wiwin Wirahadi mengatakan tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa. "Pengemudi selamat. Kemarin tumbang akibat hujan lebat dan angin kencang. Kami imbau masyarakat agar selalu waspada saat berkendara di tengah hujan angin, terlebih lagi saat melewati jalan bertebing dan banyak pohonnya, kalau bisa sebaiknya berhenti dulu di tempat aman, sembari menunggu hujan reda," ujarnya. (weg)

 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved