Ferdy Sambo Benarkan Kabareskrim Agus Andrianto Terlibat di Kasus Tambang Ilegal Ismail Bolong

Ferdy Sambo Benarkan Kabareskrim Agus Andrianto Terlibat di Kasus Tambang Ilegal Ismail Bolong

KOMPAS.com Kristianto Purnomo/TRIBUNNEWS.com Irwan Rismawan
Ferdy Sambo selalu membawa buku hitam dalam berbagai kesempatan, seperti saat sidang perdana, Senin 17 Oktober 2022 (kiri) dan sidang lanjutan, Kamis 20 Oktober 2022 (kanan). Buku hitam Ferdy Sambo kini jadi sorotan, terlebih buku itu tak pernah lepas dari genggamannya, selalu dibawa tiap sidang, apa isinya ? 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Ferdy Sambo akhirnya buka suara soal dugaan keterlibatan Kabareskrim Komjen Agus Andrianto di kasus tambang ilegal yang melibatkan Ismail Bolong.

Sebelumnya Ismail Bolong mengaku menyerahkan uang Rp 6 miliar kepada Agus Andrianto.

Mengenai kasus tersebut, Ferdy Sambo yang sebelumnya menjabat Kadiv Propam Polri  membenarkan keterlibatan Agus Andrianto dalam kasus tambang ilegal di Kalimantan Timur itu.

Hal itu sesuai dengan surat laporan hasil penyelidikan yang pernah ditandatanganinya.

Baca juga: Sidang Ferdy Sambo Cs Kembali Digelar Hari Ini, Uang Milik Brigadir J yang Hilang Akhirnya Terungkap

Adapun surat laporan hasil penyelidikan itu terdaftar dengan Nomor: R/1253/WAS.2.4/2022/IV/DIVPROPAM, tanggal 7 April 2022.

Surat itu pun telah ditembuskan kepada Kapolri Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

"Kan ada itu suratnya. Ya sudah benar itu suratnya," kata Sambo sesuai persidangan di PN Jakarta Selatan, Selasa (22/11/2022).

Namun begitu, Sambo masih enggan merinci mengenai keterlibatan Agus dan sejumlah nama oknum anggota Polri lainnya di kasus tersebut.

Dia meminta awak media bertanya kepada pejabat yang berwenang.

Baca juga: Sempat Ditunda Karena KTT G20 di Bali, Sidang Ferdy Sambo cs pada Kasus Brigadir J Lanjut Pekan Ini

"Tanya ke penjabat yang berwenang, kan surat itu sudah ada," pungkasnya.

Sebelumnya, beredar surat laporan hasil penyelidikan (LHP) yang ditujukan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dari Kepala Divisi Propam Polri, saat itu Ferdy Sambo, Nomor: R/1253/WAS.2.4/2022/IV/DIVPROPAM, tanggal 7 April 2022, bersifat rahasia.

Dalam dokumen poin h, tertulis Aiptu Ismail Bolong memberikan uang koordinasi ke Bareskrim Polri diserahkan kepada Kombes BH selaku Kasubdit V Dittipidter sebanyak 3 kali, yaitu bulan Oktober, November dan Desember 2021 sebesar Rp3 miliar setiap bulan untuk dibagikan di Dittipidter Bareskrim.

Selain itu, juga memberikan uang koordinasi kepada Komjen Agus Andrianto selaku Kabareskrim Polri secara langsung di ruang kerja Kabareskrim dalam bentuk USD sebanyak 3 kali, yaitu Oktober, November dan Desember 2021, sebesar Rp2 miliar.

Sementara, kesimpulan laporan hasil penyelidikan ditemukan fakta-fakta bahwa di wilayah hukum Polda Kalimantan Timur, terdapat beberapa penambangan batu bara ilegal yang tidak dilengkapi izin usaha penambangan (IUP).

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved