Pilpres 2024
Bicara Soal Peluang Anies Baswedan di Pilpres 2024, NasDem Jatim Ungkap Perlunya Koalisi Parpol
Partai NasDem mulai bicara soal peluang Anies Baswedan dalam pilpres 2024 mendatang, harapkan ada koalisi parpol yang lebih kuat
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Partai NasDem mulai bicara soal peluang Anies Baswedan dalam pilpres 2024 mendatang mengingat Partai NasDem memiliki total suara yang tidak cukup besar.
DPW Partai NasDem Jawa Timur mengharapkan adanya koalisi yang dibentuk untuk mendukung Anies Baswedan dalam pilpres 2024 mendatang sehingga mampu bersaing dengan partai politik lain.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Wakil Ketua Bidang Media dan Komunikasi Publik DPW Partai NasDem Jatim Vinsensius Awey.
Baca juga: Muncul Billboard Anies Baswedan Berompi Kuning di Denpasar Bali, Golkar Bali : Tidak Terpengaruh
Dia sebenarnya tidak mempersoalkan jika ada yang meragukan keseriusan langkah partainya untuk mengusung Anies.
Dikatakan Awey, yang jelas sampai sejauh ini NasDem masih mengusung Anies sebagai capres.
"Namun NasDem memang harus bisa berkoalisi dengan parpol lainnya untuk bisa mengantar Anies Baswedan daftar di KPU," kata Awey, Kamis 24 November 2022 lalu dilansir dari Kompas.
Mengacu pada ketentuan, untuk bisa mengusung pasangan calon di Pilpres harus memenuhi ambang batas pencalonan atau presidential threshold 20 persen.
NasDem hanya mendapat 9 persen hasil Pemilu 2019 lalu.
Sehingga, Awey menyadari partainya butuh tambahan parpol untuk berangkat sebagai gerbong di Pemilu 2024.
"Jadi sampai sejauh ini sangat intens terus membangun komunikasi politik dengan PKS dan Demokrat," lanjut Awey.
Baca juga: Usai Safari Politik di Indonesia, Anies Baswedan Datangi NasDem Tower, Ungkap Susun Sesuatu
Menurutnya, publik juga harus sabar sebab sejauh ini pihaknya terus bekerja untuk bisa menjalin koalisi yang lebih kuat demi mengusung calon presiden yang dipilih.
Termasuk Anies yang terus melakukan safari bersama NasDem disamping jalinan komunikasi yang terus dibangun dengan Demokrat dan PKS.
"Publik bisa lihat sendiri apa yg terus kami lakukan. Kalau dalam pertemuan dengan parpol koalisi, masih ada beberapa poin yang kurang pas sehingga belum mengerucut, itu kan hal yang wajar," ucap Awey yang mantan anggota DPRD Surabaya.

Plt DPP PPP Usulkan Ganjar Pranowo Maju Jadi Calon Presiden Pemilu 2024
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum DPP PPP Muhamad Mardiono mengatakan terdapat 14 pengurus wilayah PPP yang mengusulkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai calon presiden (capres) dari PPP untuk Pemilu 2024.
"Jadi ada beberapa wilayah, kalau tidak salah ada 14 wilayah yang memang sudah menyuarakan untuk mengusulkan kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP bahwa untuk bisa mencalonkan Pak Ganjar, itu permintaan wilayah," kata Mardiono di kawasan Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu 23 November 2022 lalu.
Mardiono mengatakan usulan-usulan nama capres masih dalam proses. Jika DPP menyetujui usulan nama capres tersebut, maka DPP PPP akan membawanya untuk dibahas bersama.
Baca juga: Anies Baswedan Buka Suara Soal Syarat Calon Wakil Presiden, Ajak Masyarakat Perhatian Poin-poin Ini
partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), yaitu Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN).
Namun, dia belum bisa memastikan sampai kapan proses pembahasan capres akan dilakukan. Mardiono mengatakan PPP berhati-hati dalam memilih capres yang bakal diusung.
"Saya belum bisa pastikan, berproses di partai politik (parpol), dan kami harus berhati-hati, dan harus mencermati dinamika yang berkembang di tengah masyarakat kita karena sekali lagi ini adalah untuk membangun bangsa dan negara," kata dia.
Menurut Mardiono, partai politik bertanggung jawab untuk melahirkan tokoh pemimpin bangsa yang mumpuni.
Dia mengatakan sejumlah tokoh pemimpin yang mumpuni nantinya akan ditawarkan KIB kepada masyarakat untuk dipilih dalam Pemilu.
“Ini tidak mudah karena kita sedang memilih tokoh bangsa untuk melanjutkan kesinambungan pembangunan nasional kita untuk melanjutkan estafet kepemimpinan untuk membangunbangsa ini. Tentu parpol berkewajiban untuk cermat dan berhati-hati,” kata dia.
Mardiono menyebutkan terdapat kemungkinan ada beberapa partai lainnya yang akan turut bergabung dengan KIB. Namun, dia saat ini masih enggan memberitahukan nama partai-partai tersebut.
“Nanti saya beritahu di awal (kalau sudah resmi),” kata dia. (*)
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Soal Peluang Usung Anies Baswedan di Pilpres 2024, Nasdem Jatim Buka Suara: Harus Koalisi