Banjir Arab Saudi
Banjir Bandang Terjang Arab Saudi, Kota Mekkah Hingga Jeddah Dikepung Hujan Terderas Sejak 2009
Banjir bandang terjang Arab Saudi setelah diguyur hujan selama beberapa hari hingga menyebabkan banyak mobil terendam
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Banjir bandang terjang Arab Saudi setelah diguyur hujan selama beberapa hari hingga menyebabkan banyak mobil terendam.
Beberapa daerah seperti Mekkah hingga Jeddah dilanda banjir yang terjadi akibat curah hujan yang tinggi yang menurut catatan menjadi hujan dengan intensitas tertinggi dari tahun 2009.
Banjir yang terjadi di Arab Saudi ini tidak hanya menyebabkan banjir dan lumpuhnya beberapa aktivitas ekonomi seperti penerbangan hingga penutupan sekolah.
Sekolah negeri, swasta dan bandara internasional di Jeddah, Rabigh, dan Khulais ditutup pada Kamis 24 November 2022 lalu.
Baca juga: Lesti Kejora Galang Dana Bantu Korban Gempa Cianjur, Sudah Tembus Rp100 Juta Dalam 24 Jam
Hujan diperkirakan terjadi di seluruh wilayah Mekkah, Saudi Press Agency (SPA).
Keputusan tersebut dibuat untuk memastikan keselamatan siswa dan berdasarkan laporan dari Pusat Meteorologi Nasional.
Universitas King Abdulaziz dan Universitas Jeddah juga mengambil langkah yang sama.
Ujian akhir semester pertama sekolah untuk hari Kamis 24 November 2022 ditunda, dan akan diadakan pada hari Kamis pertama semester kedua.
Universitas King Abdulaziz mengatakan bahwa tanggal alternatif untuk ujian yang ditunda akan diumumkan kemudian.
Badan Pertahanan Sipil Arab Saudi mengatakan hujan ringan hingga lebat serta angin kencang diperkirakan akan terjadi.
Badan itu meminta semua warga berhati-hati dan menghindari genangan air hujan dan lembah.
Baca juga: Kampung Halaman Ambruk Imbas Gempa di Cianjur, Lesti Kejora Gerakkan Penggalangan Dana Bagi Korban
Sementara, beberapa penerbangan di Bandara Internasional King Abdulaziz Arab Saudi di Jeddah ditunda pada Kamis 24 November 2022 karena cuaca yang buruk.
Bandara mengumumkan di Twitter operator sedang berkomunikasi dengan maskapai penerbangan untuk menerima waktu keberangkatan penerbangan yang baru, lapor SPA.
Jeddah, kota berpenduduk sekitar empat juta jiwa yang terletak di Laut Merah, sering disebut sebagai "pintu gerbang ke Mekkah", tempat jutaan orang menunaikan ibadah haji dan umrah setiap tahun.
Hujan badai musim dingin dan banjir terjadi hampir setiap tahun di Jeddah.