Music Zone
Luapan Emosi Benten+62 di Single Berjudul Menjadi Gelap, Malam yang Dingin
Unit alternative rock asal Denpasar, Benten+62 kembali hadir dengan merilis single berjudul "Menjadi Gelap, Malam yang Dingin".
Penulis: Putu Candra | Editor: Putu Kartika Viktriani
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Unit alternative rock asal Denpasar, Benten+62 kembali hadir dengan karya termutakhirnya. Ya, mereka telah merilis single berjudul "Menjadi Gelap, Malam yang Dingin" di platform musik digital, November 2022. Dirilisnya single ini sebagai bentuk luapan emosi Benten+62 sekaligus menjadi misi menuju mini album atau
Extended Play (EP).
Bercerita tentang kegelisahan di masa pandemi, single "Menjadi Gelap, Malam yang Dingin" menyorot beberapa persoalan dalam diri. Seperti belum tercapainya tujuan hidup lantaran diterpa badai pandemi. Pula merembet ke persoalan utama, yakni finansial, dan ini menjadi tema utuh yang diangkat Benten+62.
"Di single ini, kami meluapkan semua emosi dalam diri," ungkap Ginting selaku gitaris sekaligus vokalis Benten+62.
Lebih lanjut Ginting mengatakan, single "Menjadi Gelap, Malam yang Dingin" menjadi satu lagu yang penuh kejujuran yang gamblang. Begitu jujur mengungkapkan perihal finansial. Bukan semata-mata perihal kehidupan, Benten+62 bukan lagi berbicara hal berat seperti pada lagu mereka sebelumnya.
"Lagu ini adalah lagu yang paling mencapai apa yang aku mau, dari segi sound dan aransemen lagu. Selain itu, rasa alternative rock di lagu ini sangat terasa dengan lirik yang cukup menyedihkan bergaya penulisan romantisme digabungkan dengan musik yang cukup upbeat. Ini lah Benten yang aku ingin sejak dulu," ujar Ginting.
Meski tergolong sedih dari sisi tema, namun suasana yang diangkat dalam lagu ini berbanding terbalik, sangat tidak mewakili. Aransemennya mudah didengar, makna lirik mudah dipahami, dan suatu keresahan dalam diri menyatakan validasinya. Lagu ini begitu sederhana, tapi tidak terdengar murahan.
“Lagu percintaan yang dikemas dengan sangat sederhana sekali. Terutama ketika berbicara soal lirik dan musik yang ada dalam lagu ini. Mengingat romansa film cinta cintaan anak SMA tahun 90an”, tambah penggebuk drum Benten+62, Aris.
Dipastikan single "Menjadi Gelap, Malam yang Dingin" masuk ke deratan lagu pada album yang tengah digarap. "Mengikuti jejak pada lagu sebelumnya, kami harapan lagu baru ini juga mendapat perhatian dari khalayak luas," harap Ginting.
Baca juga: Lagu Bali Dj Koplo Care Bebek Viral Dengan Lirik Ngude Beli Liu Munyi, Kisahkan Omong Kosong Pria
Benten+62 resmi dibentuk tahun 2018, digagas oleh Acong dan Ginting dengan mengusung genre alternative rock sebagai pondasi musiknya. Musik Acong dan Ginting dipengaruhi oleh deretan band macam Dinosaur JR, Teenage Fanclub, Morfem, The Adams, Rumah Sakit, dan Barefood.
"Kami menamai band ini Benten+62. Diambil dari Bahasa Jawa Kromo yang artinya berbeda, dan +62 adalah nomor kode Negara, Indonesia," jelas Ginting.
Benten+62 sempat gonta-ganti personel. Ginting pun berupaya mencari personel utuh demi mempertahankan band ini. Dan di tahun 2020, akhirnya masuk Dona dan Edo. Format trio pun menjadi pilihan, dan sementara posisi drum diisi oleh Aris dan Mancis.
Dalam perjalanannya, Benten+62 telah mengeluarkan suatu EP bertajuk "And This".
Berselang setahun, Benten+62 pun merilis album penuh berjudul " Awan Hitam". Kemudian di tahun 2021, mereka melepas satu lagu kolaborasi bersama Agus Noval dari Teater Kalangan berjudul "Penguntit".
Tidak sampai disana Benten+62 juga mengeluarkan satu lagu baru lagi yang berjudul “Deru Musim Hujan”. Lagu ini akan bergabung bersama single-single yang lainnya diantaranya mengcover lagu dari Pluto yang berjudul “Cure” dan single karya Benten+62 sendiri berjudul “Pinar”. CAN
Single "Menjadi Gelap, Malam yang Dingin"
Executive Producer: Ginting
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Benten62-unit-alternative-rock-asal-Denpasar.jpg)