Berita Bali
Prof. Ojat Rektor UT Isi Materi Kuliah Umum di Unmas tentang Digitalisasi Perguruan Tinggi
Prof. Ojat Rektor Universitas Terbuka isi materi kuliah umum di Unmas tentang digitalisasi perguruan tinggi.
TRIBUN-BALI.COM - Pada Jumat 25 November 2022 diadakan kuliah umum oleh Rektor Universitas Terbuka (UT), Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D. dengan tema Digitalisasi Perguruan Tinggi: Kuliah umum ini dilaksanakan di Auditorium Ganesha, Universitas Maharaswati (Unmas), Denpasar.
Sebagai penyelenggara acara, kuliah umum ini dihadiri oleh Rektor Unmas Dr. Drs. I Made Sukamerta, M.Pd.; Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. I Wayan Gde Wiryawan, S.H., M.H.; Wakil Rektor bidang Keuangan dan Sumber Daya, Dr. Nengah Landra, S.E., M.M.; Wakil Rektor bidang Riset, Inovasi, dan Kerjasama, I Komang Budiarta, S.Pd., M.Pd., M.Hum.; Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Internal, Drs. I Made Legawa, M.Si.; Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Dr. Ir. I Made Tamba, M.P.
Prof. Ojat memulai ulasan tentang bagaimana UT bisa eksis seperti sekarang ini, sebenarnya UT berproses, melalui tahapan panjang.
Diketahui pada awal berdiri, UT masih menggunakan korespondensi melalui pos.
Tentu dalam prakteknya ada banyak kendala karena sebaran mahasiswa yang luas.
Misal dalam hal alamat mahasiswa yang tidak ter up date.
Berbagai kendala yang dialami UT saat itu, membuat banyak yang tidak percaya dengan metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) UT.
Sejalan bersamaan waktu, student engagement UT dan dosen/tutorial dalam proses pembelajaran makin membaik saat ini.
Diketahui bahwa karakteristik geografis mahasiswa di berbagai wilayah sangatlah bervariasi, bahkan banyak yang berada di remote area atau 3T dimana akses internet kadang terkendala.
Baca juga: Tak Ingin Asal-Asalan, Rektor Universitas Terbuka Bantu Implementasi Pembelajaran Online di Unmas
Untuk area yang tidak terakses internet, UT saat ini menerapkan kebijakan wajib beli Buku Materi Pokok (BMP) sehingga bahan ajar cetak dikirim sampai ke alamat masing-masing mahasiswa.
Lanjut Pak Rektor, banyak juga yang mempertanyakan khususnya bagaimana menjaga kualitas akademik.
Ditegaskan oleh Prof. Ojat, secara keseluruhan UT terus menjaga kualitas pembelajaran dan telah berkolaborasi dengan banyak Perguruan Tinggi (PT) ternama di Indonesia untuk pengembangan bahan dan proses pembelajaran.
Delivery proses pembelajaran yang berkualitas menjadi hal yang pentig dalam PJJ. Ini untuk menghindari terjadinya learning loss dalam online learning sebagaimana diungkap oleh Mas Menteri pada saat Pandemi Covid 19.
"Rata-rata berupa emergency remote teaching lah yang disampaikan secara online saat pandemi oleh sebagian besar PT," sampai Prof. Ojat.
Kini penerapan hybrid system pun telah banyak dilaksanakan oleh PT, termasuk UT. "Untuk itu syarat penting penyelenggaraan PJJ efektif adalah dengan metode online pedagogy. Online pedagogy ada teorinya.
Teaching dalam online pedagogy perlu knowledge presence, social presence, dan cognitive presence," jelas Rektor UT.
Dalam uraiannya Pak Rektor mengungkapkan bahwa untuk menerapkan cognitive and teaching presence, pengajar lebih berfungsi sebagai fasilitator yang tidak mendominasi. Adapun dalam mengembanngkan social presemce perlu dibuat komunitas online mahasiswa.
Ditegaskan Pak Rektor, bahwa masalah kualitas menjadi hal yang perlu dijaga, baik dalam hal penyiapan bahan ajar sampai dalam delivery, juga kapasitas kompetensi dosen mengajar secara PJJ. Di UT, terdapat 40 ribu kelas virtual dengan membangun student engagement agar mahasiswa tidak demotivasi.
Baca juga: Rektor Universitas Terbuka Prof Ojat Darojat, Lulusan UT Bukan Kaleng-kaleng
Bahkan untuk pengimplementasian merdeka belajar kampus belajar (MBKM), UT telah berkolaborasi dengan bamyak PT ternama untuk men delivery pembelajaran berkualitas secara gratis melalui supermarket mata kuliah yang dinamakan ICE (Indonesia Cyber Education) Institute.
Selanjutnya Pak Rektor menyampaikan hal lain tentang sejarah mengapa UT didirikan oleh pemerintah 38 tahun lalu.
Sebenarnya ada tiga alasan utama UT dididirikan, yaitu:
1) Pemerataan akses pendidikan, khususnya masyarakat yang terkendala secara geografis untuk kuliah tatap muka;
2) mengakomodasi bagi lulusan SMA yang tidak tertampung di PTN;
3) Memenuhi kebutuhan peningkatan kompetensi bagi mereka yang bekerja namun terkendala waktu.
Terkait tema kuliah umum tentang digitalisasi pendidikan, Pak Rektor menegaskan pentingnya penerapan teknologi terintegrasi dalam pendidikan.
Sebagaimana disebutkan David Kaufman (2013). Di UT, integrasi teknologi dalam pendidikan secara virtual yang rigid proses penyelenggaraan PJJ efektf adalah dengan menerapkan metode online pedagogy.
Kuliah umum diakhiri dengan penjelasan virtual network architecture dan digital learning ecosystem.
Saat ditanya wartawan, Prof. Ojat mengungkapkan harapan ke depan UT makin dicintai dan diminati masyarakat sehingga UT akan mengaplikasikan strategi layanan yang 'better, faster, and cheaper'.
Pesan Pak Rektor kepada masyarakat khususnya area Bali, diharapkan sejalan kondisi era teknologi, UT bisa menjadi pilihan utama sebagai tempat untuk melanjutkan studi.
(*)