Berita Bali

Kasus Rabies Meningkat, Populasi Anjing di Bali Sebanyak 632 Ribu Lebih 

Kepala Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada menyatakan untuk kasus rabies, pihaknya sudah membentuk Tim Siaga Rabies (Tisira).

TribunBali/DwiS
Ilustrasi anjing rabies - Kepala Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada menyatakan untuk kasus rabies, pihaknya sudah membentuk Tim Siaga Rabies (Tisira). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kasus meninggal akibat terjangkit Rabies di Kabupaten Buleleng, Bali alami kenaikan kini sudah sebanyak 11 orang meninggal akibat digigit anjing yang terinfeksi virus Rabies. 

Ketika dikonfirmasi, Kepala Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada menyatakan untuk kasus rabies, pihaknya sudah membentuk Tim Siaga Rabies (Tisira). 

“Terkait rabies itu kok di Buleleng terus-terusan? Padahal kita sudah bentuk Tim Siaga Rabies (TISIRA) yang terdiri dari Perangkat Desa, Yowana dan Babinsa karena ini merupakan anjing peliharaan dibebasliarkan,” katanya pada, Selasa 29 November 2022. 

Bahkan, Kata Sunada skenario penanganan Rabies nantinya akan disamakan seperti penanganan PMK beberapa waktu lalu.

Ia akan bersinergi bersama Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) kolaborasi tersebut dimulai dari Kabupaten Jembrana, Karangasem dan Buleleng. Selain itu ia akan mengadakan gebyar vaksinasi rabies

“Jumlah anjing di Kabupaten Buleleng banyak sekali disana. Itu jumlah anjing peliharaan yang bisa kita data, kalau liar tidak bisa kita mendata. Kemarin kita bentuk tim TISIRA hanya 3 sekarang kita bentuk banyak,” imbuhnya. 

Vaksin rabies di Kabupaten Buleleng dikatakan Sunada sudah berjalan.

Baca juga: BREAKING NEWS! Warga Desa Patas Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali Tewas Suspek Rabies

Dan mungkin saja ada satu atau dua anjing yang belum vaksin rabies sehingga menularkan ke anjing- anjing lain.

“Makanya saya sarankan agar anjing- anjing itu divaksin dan vaksin sudah ‘ready’ dimasing-masing Kabupaten. Dan kita sudah bentuk posko rabies dimasing-masing Kabupaten,” tutupnya. 

Adapun data jumlah populasi anjing yang ada di Bali sebagai berikut. Kabupaten Badung sebanyak 88.198 ekor, Bangli 59.346 ekor, Buleleng 93.337 ekor, Denpasar 89.796 ekor, Gianyar 88.742 ekor, Jembrana 46.955 ekor, Karangasem 77.092 ekor, Klungkung 18.338 ekor dan Tabanan 71.062 ekor.

Sehingga total populasi anjing di Bali sebanyak 632.866 ekor. (*) 

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved