Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Gianyar

Musim Lobster, Nelayan Pantai Lebih Melaut Sejak Pukul 03.00 WITA

Panen lobster ini sudah sejak Oktober, dan diperkirakan akan berlangsung sampai Januari 2023.

Tayang:
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN BALI/ Wayan Eri Gunarta
Musim lobster, nelayan Pantai Lebih melaut sejak pukul 03.00 Wita 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Meskipun para nelayan di Kabupaten Gianyar, Bali tak bisa melaut sepanjang tahun, karena cuaca ekstrim, dan laut mereka ada di wilayah selatan. Hal tersebut mengecilkan hati para nelayanan dalam mempertahankan profesinya. Sebab terkadang, saat meluat mereka mendapatkan tangkapan yang menggiurkan. Seperti pada saat ini, mereka tengah panen lobster, dengan rata-rata tangkapan sekali melaut 1 kilogram. 

Panen lobster ini sudah sejak Oktober, dan diperkirakan akan berlangsung sampai Januari 2023. Keberadaan banyak lobster ini, menurut para nelayan, tak terlepas dari musim hujan yang tahun 2022 ini cukup panjang. Salah satu nelayan yang panen Lobster ialah nelayan Pantai Lebih, Gianyar  

Koordinator Nelayan Lebih, Made Ana, Rabu 30 November 2022 membenarkan hal tersebut. Dia menjelaskan, lobster sudah mulai muncul sejak Oktober lalu. Karena itu  kata dia, saat ini semangat para nelayan sangat menggebu-gebubu. Karena itu, para nelayan Pantai Lebih saat ini melaut dari pukul 03.00 dinihari.  "Puncaknya nanti di bulan Desember, sampai Januari. Lobster ini muncul setiap musim hujan," ujarnya.

Ana menjelaskan, semangat tersebut bukan saja karena lobster memiliki nilai jual tinggi dan banyak peminatnya. Namun, semangat para melayan untuk melaut juga dikarenakan tangkapan mereka lebih dari cukup. Adapun nilai jual lobster saat ini adalah Rp 400 ribu per kilogram, dengan rata-rata ukuran minimal dua ons. Biasanya, lobster ini akan langsung laku di restoran maupun hotel. 

"Rata-rata tangkapan lobster setiap nelayan sekitar 1 kg. Itu baru lobster saja, belum lagi kita dapat ikan lain. Ya, kalau dapat sekilo saja, sudah lumayan rejekinya," jelasnya.

Namun kata dia, meskipun lobster cukup melimpah. Namun terkadang ketika apes, ada saja nelayan yang tidak mendapatkan lobster. "Walau musim lobster, tidak semua nelayan pulang dengan tangkapan lobster, hanya sebagian saja yang beruntung. Kami bersyukur, kondisi terumbu karang di perairan Lebih masih terjaga dan belum ada kerusakan yang berarti, sehingga habitat lobster masih bagus," ujarnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved