Pariwisata Bali

Dari 238 Total Desa Wisata di Bali yang Masih Eksis, Hanya 40 Persen Aktif Pemasaran

Beberapa upaya dilakukan Pemerintah Provinsi Bali untuk tetap memasarkan desa-desa wisata yang ada di Bali.

(Putu Yunia Andriyani)
Tjok. Bagus Pemayun, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali yang ditemui pada Senin, 9 Mei 2022 - Dari 238 Total Desa Wisata di Bali yang Masih Eksis, Hanya 40 Persen Aktif Pemasaran 

Ia menerangkan, nantinya yang diharapkan desa wisata adalah desa yang memiliki diferensiasi satu sama lain.

Karena jika sama untuk apa wisatawan berkunjung ke desa tersebut. Di Bali sendiri rata-rata desanya memiliki keunikan tersendiri.

Adapun data jumlah desa wisata dari masing-masing kabupaten di Bali, yakni Buleleng 75 desa, Tabanan 25 desa, Badung 17 desa, Gianyar 32 desa, Klungkung 19 desa, Bangli 31 desa, Karangasem 26 desa, Denpasar 6 desa dan Jembrana 7 desa.

Sehingga total desa wisata di Bali 238 desa dengan rincian, desa wisata kategori rintisan 101 desa, kategori berkembang 107 desa, kategori maju 27 desa, dan kategori mandiri 3 desa.

Bali utara terkenal akan sejarah, budaya dan alamnya.

Tempat yang familiar adalah Pantai Lovina dan Desa Pemuteran.

Tak jauh dari Desa Pemuteran ada Desa Patas Kecamatan Gerokgak yang memiliki sejarah dan budaya, salah satunya tradisi Gebug Ende atau dikenal dengan nama Sekaa Ende.

Gebug Ende adalah ritual bermain perang-perangan dengan bambu rotan untuk memohon datangnya hujan.

Adanya potensi wisata budaya, Universitas Indonesia (UI) turun tangan berkontribusi dengan melakukan pengabdian masyarakat di Desa Patas di Kantor Desa Patas, Kamis 1 Desember 2022.

Kegiatan ini dihadiri Ketua Tim Pengabdian Masyarakat UI, Dr Agi Ginanjar juga sebagai Dosen Arkeologi UI dan anggotanya Dr Aswin Hadisumarto yang juga Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UI, mahasiswi Arkeologi UI dalam kegiatan dari Dosen Arkeologi, Jasmine Alifiannisa Putri, Amara Bittaqwa dan Ni Kadek Novi Febriani.

Agi mengatakan, pengabdian masyarakat ini bertujuan memberdayakan masyarakat dalam menarasikan potensi wisata lanskap budaya Desa Patas.

Prediksi 2045 potensi wisata budaya mendominasi perekonomian Indonesia yang tentunya menggunakan digitalisasi.

Menjadi penting penggunakan media digital sebagai wadah promosi desa.

Pilihan kepada desa ini karena belum banyak yang mengenal desa ini.

Padahal Desa Patas memiliki potensi dari segi budaya dan alamnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved