Berita Buleleng
Tingkat Hunian Hotel di Buleleng Capai 60 Persen, Buleleng Timur Masih Minim Wisatawan
Tingkat Hunian Hotel di Buleleng Capai 60 Persen, Buleleng Timur Masih Minim Wisatawan
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Jelang libur natal dan tahun baru, hunian hotel di Buleleng saat ini mulai meningkat mencapai 60 persen, khususnya pada bagian Buleleng Barat dan Selatan. Sementara di bagian Buleleng Tengah dan Timur diakui hingga saat ini kurang maksimal.
Ketua PHRI Buleleng, Dewa Ketut Suardipa dikonfirmasi Minggu (4/12) mengatakan, pariwisata di setiap daerah yang ada di Buleleng memang memiliki potensi atau daya tarik wisata yang berbeda-beda. Khusus di bagian barat banyak wisatawan yang berkunjung lantaran di wilayah tersebut terdapat Pulau Menjangan, berdekatan dengan Taman Nasinoal Bali Barat, serta memiliki spot diving. Sementara daerah Buleleng selatan memiliki potensi agro dan eko wisata.
"Untuk di wilayah Timur memang trumbu karangnya juga bagus. Namun belum terlalu terekspose. Jadi tingkat huniannya baru sekitar 30 hingga 40 persen. Astungkara akhir tahun tanggal 20 Desember nanti, mudah-mudahan meningkat dengan pengaruh G20 yang menunjukan bahwa Bali aman," terangnya.
Ditambahkan Suardipa, pada 2023 mendatang, Pemkab Buleleng berencana akan menenggelamkan KRI Ki Hajar Dewantara diperairan luat Buleleng Timur. Penenggelaman kapal ini akan menjadi destinasi wisata baru di wilayah Buleleng Timur, sekaligus menjadi upaya untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di daerah tersebut.
"Kami di PHRI akan terus menggali potensi di setiap daerah yang ada di Buleleng. Kami sudah mengadakan table top, undang beberapa travel agent. Untuk mencapai tingkat hunian yang bagus, tidak sekedar kami di PHRI saja. Aksesbilitas itu penting. Saya yakin kalau shortcut sudah selesai, ditambah penenggelaman KRI Ki Hajar Dewantara, itu akan menambah kunjungan wisatawan di Buleleng," terangnya.
Sementara Pj Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana mengatakan, untuk memulihkan perekonomian di Buleleng khususnya pada sektor pariwisata, berbagai ivent tingkat nasional diharapkan rutin dilaksanakan di Bumi Panji Sakti. Ini dilakukan agar hunian hotel di Buleleng meningkat, sehingga perekomian pun bisa bergerak.
Hal tersebut disampaikan Pj Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana saat pengukuhan Pengurus Badan Pimpinan Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPC PHRI) Buleleng. Pengukuhan tersebut juga dihadiri Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati.
Lihadnyana berharap Pemprov Bali lebih sering menggelar pariwisata Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE), atau pertemuan tingkat Provinsi Bali di Buleleng yang mampu mendatangkan banyak orang atau wisatawan. "Orang bisa datang dengan jumlah yang banyak dan melakukan pertemuan-pertemuan besar di Buleleng. Sehingga hotel-hotel bisa terisi, dan perekomian bisa bergerak. Dengan jaringan yang dimiliki oleh Wakil Gubernur, kami harap kegiatan-kegiatan MICE bisa lebih banyak dibawa ke Buleleng," jelasnya.
Lihadnyana pun menyebut, pariwisata yang ada di Buleleng memang berbeda dengan daerah-daerah lain seperti Ubud dan Kuta. Di Buleleng, lebih mengedepankan pariwisata hijau atau pariwisata berbasis lingkungan.
Sementara Ketua Badan Pimpinan Daerah (BPD) PHRI Provinsi Bali yang juga Wakil Gubernur Bali Tjokorda Artha Ardana Sukawati mendorong agar Buleleng tidak hanya membangun hotel bintang satu hingga bintang tiga. Melainkan juga membangun hotel bintang empat atau lima, untuk menjaga pasar agar tidak rusak.
“Homestay atau hotel melati bisa terus eksis, agarperang harga tidak terjadi. Hal tersebut yang terjadi sekarang di tempat saya yaitu Ubud. Hotel melati atau homestay harus bersaing dengan hotel bintang satu atau dua yang harganya sama,” katanya.
Pria yang akrab disapa Cok Ace ini juga menyebut perlu diadakan moratorium. Hotel-hotel yang tidak banyak memberikan manfaat kepada masyarakat dikendalikan keberadaannya. Sembari PHRI Buleleng bekerjasama dengan pemerintah melakukan studi mengenai daya dukung di Kabupaten Buleleng. “Agar masyarakat yang memiliki usaha homestay ataupun hotel melati lebih lega menjual kamarnya,” katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/taemsamm.jpg)