Berita Badung
Empat Agenda Utama Dibahas Pada Pertemuan 6th SOM dan 4th MM AIS Forum di Bali
Empat Agenda Utama Dibahas Pada Pertemuan 6th SOM dan 4th MM AIS Forum di Bali
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Archipelagic & Island States (AIS) Forum atau Forum Negara Pulau dan Kepulauan, merupakan platform kerja sama konkret yang dibentuk untuk mewadahi 47 negara pulau dan kepulauan di seluruh dunia untuk bersama-sama mengatasi tantangan dan permasalahan yang dihadapi, khususnya pada sektor pembangunan kelautan.
Pengembangan kerja sama konkrit antar negara peserta berfokus pada empat bidang kerja sama yaitu ekonomi biru, mitigasi perubahan iklim dan bencana, pencemaran laut akibat sampah plastik, dan tata kelola laut dan maritim yang baik.
Konferensi Tingkat Tinggi AIS Forum akan dilaksanakan pada tahun 2023, di rencanakan back to back dengan pelaksanaan KTT Asean.
Sebagai rangkaian menuju penyelenggaraan KTT AIS Forum tahun 2023, maka akan dilaksanakan 6th SOM dan 4th MM AIS Forum 2022.
6th SOM dan 4th MM AIS Forum akan diselenggarakan di Bali pada tanggal 5-6 Desember 2022, back to back dengan Indonesia-Pacific Forum for Development (IPFD).
Hal ini disampaikan, Kepala Biro Komunikasi Kemenko Marves Andreas Dipi Patria didampingi Plt. Asisten Deputi Delimitasi Zona Maritim dan Kawasan Perbatasan Kemenko Marves Sora Lokita pada media briefing AIS Forum, Minggu (4/12/2022).
Menurut Sora Lokita, pasca pandemi Covid-19 seluruh negara pulau dan kepulauan perlu bersatu untuk pemulihan.
Kolaborasi antarnegara pulau dan kepulauan perlu dilakukan untuk laut sehat yang berkelanjutan.
"Melalui AIS Forum, seluruh negara kepulauan memiliki wadah terbuka dan inovatif untuk dapat berkolaborasi mengembangkan laut yang berkelanjutan," imbuhnya.
Negara pulau dan kepulauan harus memiliki strategi yang optimal untuk berkerja sama antarpemangku kepentingan untuk meningkatkan indeks kesehatan laut dan membentuk insentif untuk menstimulasi ekonomi laut berkelanjutan.
Sora Lokita menambahkan kerja sama antar negara untuk mencapai pembangunan laut yang berkelanjutan.
Kerja sama pembangunan harus menemukan cara yang cerdas dan efektif untuk dapat menghasilkan sesuatu.
"Kerja sama ini juga meliputi bidang ekonomi biru yang mengharuskan negara-negara bekerja sama dan berbagi tanggung jawab serta peluang yang terkait dengan pemanfaatan keberlanjutan sumber daya laut dan pesisir," ungkapnya.
Pada AIS Forum 2022, akan dibahas peran penting dari diadakannya High Level Meeting untuk menjadi jalan memperkuat kolaborasi di antara negara-negara peserta AIS Forum.
Ini juga dapat memfasilitasi diskusi untuk meningkatkan kerangka kelem-bagaan Forum AIS dan memungkinkan kolaborasi yang efektif.
Pengarahan strategis yang diberikan oleh HLM akan memperkuat kerja sama di Forum AIS dalam mendukung upaya pemulihan negara-negara peserta dan pencapaian agenda SDG 2030.(*)