Berita Badung

Kasus HIV/AIDS di Badung Meningkat Dari Tahun Sebelumnya, Tahun 2022 Ada 310 Kasus Positif

Kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) di Kabupaten Badung, mengalami peningkatan.

Kompas.com
Ilustrasi - Diakui, pergerakan penduduk di Kabupaten Badung besar, termasuk migrasi pengidap HIV juga ada dari daerah lainnya yang tidak lapor kalau positif. Sehingga memengaruhi pertumbuhan kasus HIV di Badung. Kendati demikian, perkembangan pariwisata di Kabupaten Badung, tidak semata-mata menjadi pemicu meningkatnya jumlah kasus HIV/AIDS di Gumi Keris. Terlebih, tingginya mobilitas penduduk yang sulit dikendalikan. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Kasus Human Immunodeficiency Virus ( HIV) Acquired Immunodeficiency Syndrome ( AIDS) di Kabupaten Badung, mengalami peningkatan.

Dari data yang diperoleh hingga Oktober 2022, jumlah kasus positif sudah mencapai 310 kasus.

Angka ini pun meningkat, dibandingkan tahun sebelumnya atau tahun 2021 yang hanya mencapai 247 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Badung, Dokter Padma Puspita, saat dikonfirmasi Senin 5 Desember 2022, mengatakan bahwa sesuai data kasus HIV/AIDS di Badung lebih tinggi dari tahun sebelumnya.

Baca juga: HIV dan AIDS Sasar Usia Produktif di Bali, Tantangan Bangsa Menggapai MDGs 2030

Baca juga: 1.502 Kasus Baru HIV/AIDS di Bali, Berada di Peringkat 6 Secara Nasional

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Badung, Dokter Padma Puspita, saat dikonfirmasi Senin 5 Desember 2022, mengatakan bahwa sesuai data kasus HIV/AIDS di Badung lebih tinggi dari tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Badung, Dokter Padma Puspita, saat dikonfirmasi Senin 5 Desember 2022, mengatakan bahwa sesuai data kasus HIV/AIDS di Badung lebih tinggi dari tahun sebelumnya. (Agus/Tribun Bali)

 

Bahkan secara kumulatif sejak 1987, hingga Oktober 2022 ditemukan sebanyak 4.737 kasus HIV AIDS.

"Untuk masalah tersebut, kami melakukan evaluasi dan koordinasi dengan pihak terkait terhadap perkembangan HIV/ AIDS di Kabupaten Badung, termasuk dengan pemerintah pusat," katanya.

Diakui, pergerakan penduduk di Kabupaten Badung besar, termasuk migrasi pengidap HIV juga ada dari daerah lainnya yang tidak lapor kalau positif.

Sehingga memengaruhi pertumbuhan kasus HIV di Badung.

Kendati demikian, perkembangan pariwisata di Kabupaten Badung, tidak semata-mata menjadi pemicu meningkatnya jumlah kasus HIV/ AIDS di Gumi Keris.

Terlebih, tingginya mobilitas penduduk yang sulit dikendalikan.

Ilustrasi - Diakui, pergerakan penduduk di Kabupaten Badung besar, termasuk migrasi pengidap HIV juga ada dari daerah lainnya yang tidak lapor kalau positif.

Sehingga memengaruhi pertumbuhan kasus HIV di Badung.

Kendati demikian, perkembangan pariwisata di Kabupaten Badung, tidak semata-mata menjadi pemicu meningkatnya jumlah kasus HIV/AIDS di Gumi Keris.

Terlebih, tingginya mobilitas penduduk yang sulit dikendalikan.
Ilustrasi - Diakui, pergerakan penduduk di Kabupaten Badung besar, termasuk migrasi pengidap HIV juga ada dari daerah lainnya yang tidak lapor kalau positif. Sehingga memengaruhi pertumbuhan kasus HIV di Badung. Kendati demikian, perkembangan pariwisata di Kabupaten Badung, tidak semata-mata menjadi pemicu meningkatnya jumlah kasus HIV/AIDS di Gumi Keris. Terlebih, tingginya mobilitas penduduk yang sulit dikendalikan. (intisari-online.com)

 

"Penyebab HIV itu multifactor, kan kasus baru bisa pada anak, jadi macem-macem.

Namun, yang terpenting bagaimana sosialisasi tetap jalan," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved