Berita Badung

Penebaran Benih Ikan Tak Sesuai Target, Dinas Perikanan Kabupaten Badung Sebut Produksi Masih Kurang

Penebaran Benih Ikan di Badung Terancam Tak Sesuai Target, Dinas Perikanan Sebut Produksi Masih Kurang

ist
benih ikan air tawar di beberapa sungai di Badung. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Dalam meningkatkan gemar makan ikan dan budidaya ikan di Badung, pemerintah setempat rutin melepas liarkan benih-benih ikan ke sejumlah sungai atau irigasi yang ada. Hal itu juga dilakukan untuk meningkatkan kelestarian lingkungan yang ada di Badung.

Hanya saja, di tahun 2022 ini, penyebaran benih ikan disinyalir tidak akan tercapai sesuai target yakni diangka 2.100.000 ekor benih ikan. Hal itu lantaran produksi ikan air tawar di Badung masih kurang yakni di angka 1.890.000 ekor.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Badung, I Nyoman Suardana pun mengakui kondisi tersebut. Pihaknya mengaku jika produksi ikan sampai akhir November 2022 sebanyak 1.890.000 ekor.

"Produksi kita masih kurang, sehingga kemungkinan besar tidak bisa sesuai target penyebaran benih ikan yang dilepas liarkan," kata Suardana Rabu 7 Desember 2022.

Pihaknya mengakui jika saat ini Dinas Perikanan Badung sudah melepas liarkan benih ikan sebanyak 1.629.000 ekor dari target sebanyak 2.100.000 selama setahun.  Kendati demikian pihaknya masih tetap optimis bisa mencapai target sampai akhir tahun mendatang.

"Produksi kita saat ini juga kurang karena kita lagi melakukan pemeliharaan kolam yang ada di Kapal. Kolam di Kapal sudah banyak yang bocor, karena usia. Maka, dari itu kita lakukan pemeiharaan sehingga produksi ikan berkurang," jelasnya.

Diakui, saat ini kelompok pembudidaya ikan juga berkurang. Biasanya banyak kelompok-kelompok yang ingin mengambil benih ikan air tawar untuk di pelihara maupun dilepas liarkan.

"Mungkin karena sekarang banyaj yang sudah bekerja, apalagi pariwisata sudah mulai membaik pasca pandemi. Namun demikian kita tetap lakukan produksi sesuai target termasuk penyebarannya," jelas mantan Kabag Umum Setda Badung itu.

Diakui, aksi melepasliarkan ikan ke sungai sebagai upaya pelestarian dan kelestarian hayati  sungai. Dengan adanya giat seperti ini, pihaknya mengharapkan masyarakat tidak lagi buang sampah ke sungai.

Menurutnya, lokasi penebaran benih ikan disesuaikan dengan permohonan yang diterima Dinas Perikanan Kabupaten Badung. Program ini biasanya bekerja sama dengan pihak desa, sekaa teruna, banjar atau kelompok pelestari lingkungan.

"Lokasi target secara khusus tidak ada tetapi dilepas pada sungai yang bisa kita kerja samakan dengan masyarakat, baik itu desa, banjar dinas, sekaa teruna atau kelompok pelestari lingkungan sesuai permohonan dari mereka. Namun dengan catatan mereka juga harus ikut memeliharanya," ungkapnya.

Diakui, produksi benih ikan air tawar di kabupaten Badung sebelumnya melampaui target. Meski belum banyak namun hal itu cukup membantu untuk para kelompok budidaya ikan yang ada di Badung. 

Dari catatan Dinas Perikanan kabupaten Badung sendiri, pada pertengahan Desember 2020  jumlah benih ikan air tawar sudah mencapai 2.006.000 ekor, atau sudah dipastikan melampaui  dari target yang sebelumnya ditetapkan sebanyak  2 juta ekor benih. Begitu juga untuk tahun 2021 target penebaran benih sebanyak 2.000.000 ekor. Bahkan produksi benih ikan air tawar sebanyak 2.045.000 ekor.
 
Disebutkan, saat ini pihaknya masih memiliki tiga Balai Benih Ikan (BBI) yang sudah beroperasi yakni di Kelurahan Kapal seluas 60 are, Desa Petang seluas 20 are dan di Desa Baha seluas 3 hektar.

"Hanya saja untuk yang  di Baha belum rampung. Bahkan hanya beberapa kolam yang bisa digunakan. Jadi benih ikan air tawar yang kita berikan yakni Nila dan Lele," imbuhnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved