Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

BBM Langka

BPH Migas Tetapkan Kuota BBM, Antrean BBM Terjadi Karena Kondisional Lapangan

Ketut Aryawan menyampaikan kuota BBM, dan penyaluran kepada SPBU di Bali dilakukan secara merata dan sesuai prosedur.

Tayang:
Penulis: Arini Valentya Chusni | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
KOMPAS.com/STANLY RAVEL
Terjadinya antrean BBM di Bali, hingga kini masih terjadi. Pantauan Tribun Bali pada Kamis (8/12/2022), meskipun tak mengular seperti beberapa hari lalu. Namun terlihat antrean kendaraan masih terjadi hingga ke jalan raya. Menanggapi hal ini, Tribun Bali mendapatkan konfirmasi pada (8/12/2022) oleh I Ketut Gede Aryawan, selaku Koordinator Pengaturan BBM BPH Migas. Ketut Aryawan menyampaikan kuota BBM, dan penyaluran kepada SPBU di Bali dilakukan secara merata dan sesuai prosedur. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Terjadinya antrean BBM di Bali, hingga kini masih terjadi.

Pantauan Tribun Bali pada Kamis (8/12/2022), meskipun tak mengular seperti beberapa hari lalu.

Namun terlihat antrean kendaraan masih terjadi hingga ke jalan raya.

Menanggapi hal ini, Tribun Bali mendapatkan konfirmasi pada (8/12/2022) oleh I Ketut Gede Aryawan, selaku Koordinator Pengaturan BBM BPH Migas.

Ketut Aryawan menyampaikan kuota BBM, dan penyaluran kepada SPBU di Bali dilakukan secara merata dan sesuai prosedur.

Baca juga: Antrean BBM Mengular di Bali, Adakah Penyelewengan BBM Bersubsidi?

Baca juga: Usai Pandemi, Visa, Harga Tiket Pesawat Mahal, Pelaku Pariwisata Dihadapkan Kelangkaan BBM

Terjadinya antrean BBM di Bali, hingga kini masih terjadi.

Pantauan Tribun Bali pada Kamis (8/12/2022), meskipun tak mengular seperti beberapa hari lalu.

Namun terlihat antrean kendaraan masih terjadi hingga ke jalan raya.

Menanggapi hal ini, Tribun Bali mendapatkan konfirmasi pada (8/12/2022) oleh I Ketut Gede Aryawan, selaku Koordinator Pengaturan BBM BPH Migas.

Ketut Aryawan menyampaikan kuota BBM, dan penyaluran kepada SPBU di Bali dilakukan secara merata dan sesuai prosedur.
Terjadinya antrean BBM di Bali, hingga kini masih terjadi. Pantauan Tribun Bali pada Kamis (8/12/2022), meskipun tak mengular seperti beberapa hari lalu. Namun terlihat antrean kendaraan masih terjadi hingga ke jalan raya. Menanggapi hal ini, Tribun Bali mendapatkan konfirmasi pada (8/12/2022) oleh I Ketut Gede Aryawan, selaku Koordinator Pengaturan BBM BPH Migas. Ketut Aryawan menyampaikan kuota BBM, dan penyaluran kepada SPBU di Bali dilakukan secara merata dan sesuai prosedur. (Ratu Ayu Astri Desiani)

 

"Kita kan memberi kuota berapa, berapanya, yang menyalurkan Pertamina.

Kalau dari BPH Migas memberikan kuota, kita sesuaikan kuota nanti, harusnya sih tidak ada antrean kalau disalurkan sesuai kebutuhan," ujarnya.

Ia menambahkan, terjadi kelangkaan BBM karena kondisional lapangan.

"Saya sudah menegaskan kepada Pertamina, kuota BBM harus disalurkan secara merata.

Kalau ada antrean dan langka gini karena kondisional lapangan yang tidak menentu," tambah Aryawan.

Sebelumnya, Cholishon Liwajhillah selaku Pjs. Area Manager Commrel & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, mengatakan antrean di beberapa SPBU Bali terjadi karena kuota di SPBU daerah tersebut sudah habis.

Puluhan kendaraan yang didominasi truk mengantre BBM jenis solar di SPBU Sekardadi, Selasa (6 Desember 2022). Tampak antrean mengular hingga 1 kilometer dari SPBU.
Puluhan kendaraan yang didominasi truk mengantre BBM jenis solar di SPBU Sekardadi, Selasa (6 Desember 2022). Tampak antrean mengular hingga 1 kilometer dari SPBU. (Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury)

"Ada regulasi yang mengatur kuota ini. Pertamina menyalurkan sesuai dengan aturan kuota yang ditetapkan oleh BPH Migas," jelas Cholishon Liwajhillah, Selasa (6/12).

Saat dimintai keterangan lebih lanjut untuk penyaluran solar, Pertamina melakukan normalisasi supply ke SPBU sembari menunggu arahan lebih lanjut dari BPH Migas terkait penambahan kuota.

"Saat ini Pertamina terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait dan kepolisian serta SPBU agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Serta melakukan tindakan yang diperlukan untuk memaksilkan penyaluran ke konsumen, lebih selektif dengan melakukan upaya pengalihan kuota antara kabupaten/kota di Bali, sehingga distribusi merata," kata Cholishon Liwajhillah.(*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved