Harga Cabai Naik

Siapkan Kocek, Jelang Hari Raya Galungan Harga Cabai Naik, Dampak Petani Gagal Panen

Siapkan Kocek, Jelang Hari Raya Galungan Harga Cabai Naik, Dampak Petani Gagal Panen

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN BALI/ Wayan Eri Gunarta
Cabai busuk akibat cuaca ekstrim 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Para petani cabai di Kabupaten Gianyar, Bali gelellng-geleng kepala melihat buah cabai mereka. Sebab menjelang Hari Raya Galungan, kondisinya rusak akibat cuaca ektrim yang terjadi belakangan ini. Karena itu, harga cabai pun dipastikan akan mengalami kenaikan signifikan menjelang Hari Raya Galungan pada awal Januari 2023 nanti. Meski naik, hal itu rupanya tak membuat semang para petani cabai.

"Kalau harga naik akibat gagal panen, sama saja kami rugi. Sebab yang dihasilkan sengat sedikit," ujar petani, Putu Agus Sutawan di Gianyar, Senin 12 Desember 2022.

Sutawan mengatakan, kerusakan cabai ini telah terjadi sejak dua pekan lalu, karena hujan kerap mengguyur Gianyar. Sementara, cabai sangat rentan terhadap hujan. "Memang kadang cuaca terik, tapi kan curah hujannya juga cukup tinggi, jadi tanahnya basah. Cabai tidak cocok dengan kondisi seperti itu. Cabai sukanya cuaca panas," ujarnya. 

Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura, Dinas Pertanian Gianyar, I Wayan Suarta, saat dikonfirmasi membenarkan saat ini banyak petani cabai di Kabupaten Gianyar yang gagal panen. Kondisi buahnya busuk dan akar diserang fungisida. "Ini fenomena alami, pengaruh cuaca. Yang mengalami kerusakan biasanya tanaman cabai yang ditanam di persawahan, akarnya diserang fungisida, sehingga daun berguguran dan buah membusuk," ujar Suarta.

Suarta mengungkapkan, kondisi tersebut saat ini lebih banyak dialami oleh petani cabai di daerah Kabupaten Gianyar selatan. Sebab mereka menanam di tempat terbuka, minim tanaman penyerap air hujan. Sementara, petani yang menanam tanaman ini di tegalan atau wilayah yang terdapat tanaman serti di Gianyar utara, meliputi Payangan, Tegalalang relatif tidak ada kerusakan. "Hal ini karena di Gianyar utara komoditi ini ditanam di tegalan," ungkapnya.

Berdasarkan data Dinas Pertanian Gianyar  di tahun 2022 ini, luas tanam cabai di Gianyar sebanyak 265 hektar. Luas tanam itu didominasi Kecamatan Sukawati dengan luas tanam 230 hektar lebih. Sementara Kecamatan Payangan, Tegalalang dan Tampaksiring rata-rata 10 hektar. Sementara kerusakan tanaman cabai akibat serangan fungisida ini mencapai 25 persen.

Dengan kondisi ini, Suarta pun memprediksi harga cabai akan mengalami kenaikan. Sebab dalam beberapa hari ke depan ada sejumlah aktivitas beragama. Mulai dari Natal, Galungan, dan Kuningan, yang mana kebutuhan akan cabai sebagai pelengkap kuliner cukup besar. 

"Sepertinya untuk menekan harga, pasokan nanti datang dari luar Bali, Jawa atau Lombok, tapi Galungan kan bertepatan dengan Tahun Baru, harga pasti naik. Namun soal harga bukan ranah kami, itu di Disperindag," ujarnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved