serba serbi

Kisah Rai Suweca, Ngiring Ngusada Dengan Ramuan Herbal, Hingga Jadi Pendiri UD Tri Hita Karya 

Rai Suweca, sapaan akrabnya, adalah salah satu pria yang terpilih secara niskala untuk 'ngiring' atau menjalankan amanah dari leluhur, bhatara-bhatari

Istimewa
Rai Suweca - Rai Suweca, sapaan akrabnya, adalah salah satu pria yang terpilih secara niskala untuk 'ngiring' atau menjalankan amanah dari leluhur, bhatara-bhatari. 

TRIBUN-BALI.COM - Kisah Made Rai Suweca, salah satu pria asli Bali, nampaknya mampu menjadi kisah unik untuk disebarkan. 

Rai Suweca, sapaan akrabnya, adalah salah satu pria yang terpilih secara niskala untuk 'ngiring' atau menjalankan amanah dari leluhur, bhatara-bhatari.

Dalam menjalankan visi-misi demi kebaikan, yaitu sebagai balian atau pengusada. 

Kini pun, Rai Suweca, bahkan telah berhasil 'comeback' untuk membangun bisnis yang ia rintis, bernama UD Tri Hita Karya

Lalu seperti apa kiprahnya dan profil latar belakang Made Rai Suweca

Simak ulasannya berikut ini. 

Baca juga: Metafisika Usada Bali, Pernapasan Adalah Kunci

Baca juga: KISAH Spiritual Jero Balian Bayu, Belajar Mengobati dari Sang Ayah hingga Rutin Jalani Puasa

Peresmian - Kisah Made Rai Suweca, salah satu pria asli Bali, nampaknya mampu menjadi kisah unik untuk disebarkan. 

Rai Suweca, sapaan akrabnya, adalah salah satu pria yang terpilih secara niskala untuk 'ngiring' atau menjalankan amanah dari leluhur, bhatara-bhatari.

Dalam menjalankan visi-misi demi kebaikan, yaitu sebagai balian atau pengusada. 

Kini pun, Rai Suweca, bahkan telah berhasil 'comeback' untuk membangun bisnis yang ia rintis, bernama UD Tri Hita Karya. 
Peresmian - Kisah Made Rai Suweca, salah satu pria asli Bali, nampaknya mampu menjadi kisah unik untuk disebarkan.  Rai Suweca, sapaan akrabnya, adalah salah satu pria yang terpilih secara niskala untuk 'ngiring' atau menjalankan amanah dari leluhur, bhatara-bhatari. Dalam menjalankan visi-misi demi kebaikan, yaitu sebagai balian atau pengusada.  Kini pun, Rai Suweca, bahkan telah berhasil 'comeback' untuk membangun bisnis yang ia rintis, bernama UD Tri Hita Karya.  (Istimewa)

"Kami resmi melaunching, produksi minuman golongan A B C.

Seperti bir, wine, arak, atau wiski.

Kami sudah mendapatkan izin Dinas Perindustrian Bali.

Produksinya di sini (Dalung),  dan dipasarkan dalam dan luar negeri," sebutnya, 13 Desember 2022.

Rai Suweca menyebutkan, bahwa ia memiliki arak beras dengan berbagai khasiat yang baik bagi tubuh. 

Rasanya agak seperti brem.

Untuk bisnis yang akan diwarisi ke anak cucunya ini, Rai Suweca berpromosi dengan penjajakan kerjasama. 

Baik itu dengan investor dalam dan luar negeri. 

Harapannya, dengan investor luar negeri akan ada peluang pasar yang lebih luas di kancah dunia. 

Rai Suweca - Rai Suweca, sapaan akrabnya, adalah salah satu pria yang terpilih secara niskala untuk 'ngiring' atau menjalankan amanah dari leluhur, bhatara-bhatari.
Rai Suweca - Rai Suweca, sapaan akrabnya, adalah salah satu pria yang terpilih secara niskala untuk 'ngiring' atau menjalankan amanah dari leluhur, bhatara-bhatari. (Istimewa)

"Tri Hita Karya bisa diartikan tiga tujuan.

Maksudnya adalah setelah memeroleh hasil daripada usaha ini, maka akan kami share untuk kemanusiaan, alam lingkungan, dan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Ini sesuai dengan konsep Tri Hita Karana," sebutnya.

Sebab bagi Rai Suweca, hidup tidak boleh sendiri dan harus berbagi selagi bisa.

Usaha yang dirintisnya ini sudah ada sejak 2003, dan bahkan sudah produksi sejak tahun itu.

Bahkan ia juga telah memasarkan ke luar negeri. 

"Waktu itu brem dan arak yang laku, jadi sebagai suvenir banyak," sebutnya. 

Rai Suweca (kiri), dan Ngurah Harta (kanan). Ngurah Harta menjadi salah satu pembeli ramuan herbal milik Rai Suweca.
Rai Suweca (kiri), dan Ngurah Harta (kanan). Ngurah Harta menjadi salah satu pembeli ramuan herbal milik Rai Suweca. (Istimewa)

Namun dibalik kepiawaian Rai Suweca dalam meracik minuman beralkohol, ia juga pandai meracik ramuan herbal

Sebab anak bungsu dari 5 bersaudara ini, memang sudah dipilih ngiring menjadi pengusada atau balian sejak usianya masih 30 tahun. 

Namun baru ia sanggupi di usia kepala lima saat ini. 

"Awalnya takut dan berpikir ngiring itu berat," katanya. 

Memang ada darah keturunan balian pengusada pada diri Rai Suweca

Namun sayang hal itu sempat terputus beberapa generasi. 

Hingga akhirnya Rai Suweca terpilih untuk meneruskan amanah leluhur ini. '

Berawal dari mimpi, bahwa ia dilatih membuat tamba (obat) dari ramuan herbal

"Jadi dalam mimpi itu, diberitahu kalau sakit ini maka ini obatnya," jelas pria asal Banjar Gede Sempidi ini.

Tidak ada pikiran awal Rai Suweca akan menjadi balian, sebab ia memang menempuh pendidikan sebagai Insinyur Teknologi Pangan di Unud.

Rai Suweca - Rai Suweca, sapaan akrabnya, adalah salah satu pria yang terpilih secara niskala untuk 'ngiring' atau menjalankan amanah dari leluhur, bhatara-bhatari.
Rai Suweca - Rai Suweca, sapaan akrabnya, adalah salah satu pria yang terpilih secara niskala untuk 'ngiring' atau menjalankan amanah dari leluhur, bhatara-bhatari. (Istimewa)

Awal sebelum ia ngiring, Rai Suweca memang merasakan hidupnya tidak terlalu baik. 

Perekonomian morat-marit, dan keluarga sakit-sakitan. 

Kemudian sesuai tradisi mapeluasan di Bali, ia mendapatkan amanah itu.

Namun karena usia yang masih muda, Rai Suweca meminta tempo atau waktu. 

Sebab ia masih bekerja, baik sebagai kontraktor dan lain sebagainya. 

Kini setelah merasa telah siap, Rai Suweca memberanikan diri mengemban tugas ngiring ini. 

Alhasil perekonomian mulai membaik, dan ia mendapatkan banyak sekali arahan niskala dari ida bhatara untuk membantu pengobatan dengan ramuan herbal

Bahkan kini Rai Suweca kerap mengobati kanker dengan ramuan herbal

"Tentunya dalam membuat ramuan herbal ini dibantu dan diarahkan oleh beliau," sebutnya. 

Ia pun mulai menanam bahan-bahan yang akan dijadikan ramuan herbal di rumahnya, seperti ginseng, bunga rosella, jahe, dan sebagainya. 

"Saya tanam di rumah dan di sawah, lokasi di sempidi. Untuk tanaman obat," katanya.

Sejak 2,5 tahun lalu mulai ngiring, Rai Suweca terus kedatangan tamu (pasien). 

Tidak hanya dari Bali, bahkan tamu dari luar Bali juga berdatangan ke rumahnya. 

"Ada yang kanker serviks, kanker paru-paru, kelenjar getah bening, dan sebagainya," sebutnya. 

Rentang usia pasien yang datang pun, mulai dari 5 tahun sampai 86 tahun.

Walau demikian, ada pesan yang harus dipegang Rai Suweca, yakni tidak boleh serakah dan harus tetap tulus ikhlas ngayah.

Rai Suweca (kiri), dan Ngurah Harta (kanan). Ngurah Harta menjadi salah satu pembeli ramuan herbal milik Rai Suweca.
Rai Suweca (kiri), dan Ngurah Harta (kanan). Ngurah Harta menjadi salah satu pembeli ramuan herbal milik Rai Suweca. (Istimewa)

 Salah satu peminum ramuan herbal Rai Suweca adalah Ngurah Harta. 

Salah satu tokoh spiritual di Bali

"Beliau (Ngurah Harta) meminum steam sel, untuk memperbaiki sel. Sebab tubuh kita ini kan terdiri dari miliaran sel," jelasnya. 

Dalam ramuan herbal itu, kata dia, ada 49 bahan herbal yang dicampur dan diracik sedemikian rupa. Diminum 3 kali sesudah atau sebelum makan. 

Tak hanya membantu pasien dengan keluhan sakit sekala, ia juga membantu pasien dengan gangguan niskala. 

Untuk yang mau datang ke rumah Rai Suweca, cukup membawa banten pejati dan selanjutnya membawa canang 5 tanding saja. 

Ia praktek setiap sore dari pukul 18.00 WITA, dan saat pasah ia libur. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved