Maestro Drama Gong Meninggal

Cok Wah Puri Langon Ubud Beri Lembu Cemeng untuk Pelebon Maestro Drama Gong, Pantia: Ia Fans Berat

Cokorda Ngurah Suyadnya alias Cok Wah dari Puri Langon, Ubud mempersembahkan lembu cemeng untuk pelebon Anak Agung Gde Raka Payadnya

Editor: I Putu Juniadhy Eka Putra
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Persiapan upacara plebon Anak Agung Gde Raka Payadnya, Minggu 11 Desember 2022. Cokorda Ngurah Suyadnya alias Cok Wah dari Puri Langon, Ubud mempersembahkan lembu cemeng untuk pelebon Anak Agung Gde Raka Payadnya 

Cok Wah Puri Langon Ubud Beri Lembu Cemeng untuk Pelebon Maestro Drama Gong, Pantia: Ia Fans Berat

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Panitia Pelebon yang juga merupakan menantu dari maestro sekaligus pencetus seni pertunjukan Drama Gong Anak Agung Gde Raka Payadnya, Anak Agung Gde Bagus Rajantara mengatakan jika lembu cemeng yang digunakan pada prosesi mendak lembu cemeng hari ini Rabu 14 Desember 2022 merupakan persembahan dari penggemar berat beliau.

Adapun penggemar berat yang dimaksud oleh nya adalah Cokorda Ngurah Suyadnya alias Cok Wah dari Puri Langon, Ubud.

Anak Agung Gde Bagus Rajantara atau yang kerap disapa Gung Raja itu menuturkan jika lembu cemeng itu diarsiteki langsung oleh Cok Wah.

“Lembu cemeng yang dipakai untuk pelebon nanti, itu dipersembahkan oleh penggemar berat beliau, Cok Wah,” ujarnya kepada Tribun Bali.

Seperti diketahui, Puri Langon merupakan bagian dari Puri Agung Ubud.

Di mana puri ini sangat terkenal, lantaran kerap menjadi objek foto pernikahan.

Sementara Cok Wah sendiri merupakan mantan anggota DPRD Gianyar

Agung Raja mengatakan, mendiang Agung Raka Payadnya dengan Cok Wah tak memiliki ikatan keluarga.

Baca juga: Hari Ini Digelar Prosesi Mendak Lembu Cemeng sebagai Rangkaian Prosesi Pelebon Maestro Drama Gong

Namun beliau berdua memiliki ikatan emosional yang cukup dalam.

Anak Agung Gde Raka Payadnya berpulang, sejumlah tokoh datang melayat
Anak Agung Gde Raka Payadnya berpulang, sejumlah tokoh datang melayat (Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta)

“Anak Agung Gde Raka Payadnya dulunya berperan sebagai raja muda yang merupakan daya tarik pada zamannya, memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Cok Wah,” tuturnya.

“Bahkan jelang berpulangnya beliau, hanya Cok Wah yang masih diingat," sambungnnya.

Di mana saat drama gong dalam masa kejayaannya, Cok Wah yang pada masa kecilnya selaku penggemar seni drama gong  selalu dipangku oleh mendiang Agung Raka Payadnya dibelakang panggung.

Di mana saat itu, status Agung Raka Payadnya sebagai seniman besar, berkarismatik layaknya artis papan atas saat ini.

Bahkan dulu saat mendiang Agung Raka Payadnya masih aktif di pertunjukan drama gong, setiap hari jaba sisi Puri Abianbase selalu didatangi warga dari segala penjuru Bali hanya untuk melihat aktivitas Agung Raka Payadnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved