Maestro Drama Gong Meninggal
Cok Wah Puri Langon Ubud Beri Lembu Cemeng untuk Pelebon Maestro Drama Gong, Pantia: Ia Fans Berat
Cokorda Ngurah Suyadnya alias Cok Wah dari Puri Langon, Ubud mempersembahkan lembu cemeng untuk pelebon Anak Agung Gde Raka Payadnya
Cok Wah Puri Langon Ubud Beri Lembu Cemeng untuk Pelebon Maestro Drama Gong, Pantia: Ia Fans Berat
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Panitia Pelebon yang juga merupakan menantu dari maestro sekaligus pencetus seni pertunjukan Drama Gong Anak Agung Gde Raka Payadnya, Anak Agung Gde Bagus Rajantara mengatakan jika lembu cemeng yang digunakan pada prosesi mendak lembu cemeng hari ini Rabu 14 Desember 2022 merupakan persembahan dari penggemar berat beliau.
Adapun penggemar berat yang dimaksud oleh nya adalah Cokorda Ngurah Suyadnya alias Cok Wah dari Puri Langon, Ubud.
Anak Agung Gde Bagus Rajantara atau yang kerap disapa Gung Raja itu menuturkan jika lembu cemeng itu diarsiteki langsung oleh Cok Wah.
“Lembu cemeng yang dipakai untuk pelebon nanti, itu dipersembahkan oleh penggemar berat beliau, Cok Wah,” ujarnya kepada Tribun Bali.
Seperti diketahui, Puri Langon merupakan bagian dari Puri Agung Ubud.
Di mana puri ini sangat terkenal, lantaran kerap menjadi objek foto pernikahan.
Sementara Cok Wah sendiri merupakan mantan anggota DPRD Gianyar.
Agung Raja mengatakan, mendiang Agung Raka Payadnya dengan Cok Wah tak memiliki ikatan keluarga.
Baca juga: Hari Ini Digelar Prosesi Mendak Lembu Cemeng sebagai Rangkaian Prosesi Pelebon Maestro Drama Gong
Namun beliau berdua memiliki ikatan emosional yang cukup dalam.

“Anak Agung Gde Raka Payadnya dulunya berperan sebagai raja muda yang merupakan daya tarik pada zamannya, memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Cok Wah,” tuturnya.
“Bahkan jelang berpulangnya beliau, hanya Cok Wah yang masih diingat," sambungnnya.
Di mana saat drama gong dalam masa kejayaannya, Cok Wah yang pada masa kecilnya selaku penggemar seni drama gong selalu dipangku oleh mendiang Agung Raka Payadnya dibelakang panggung.
Di mana saat itu, status Agung Raka Payadnya sebagai seniman besar, berkarismatik layaknya artis papan atas saat ini.
Bahkan dulu saat mendiang Agung Raka Payadnya masih aktif di pertunjukan drama gong, setiap hari jaba sisi Puri Abianbase selalu didatangi warga dari segala penjuru Bali hanya untuk melihat aktivitas Agung Raka Payadnya.
Ketika beliau lewat di jalan di manapun, tak jarang ada yang mengejar beliau hanya untuk bertegur sapa.
Hari Ini Digelar Prosesi Menak Lembu Cemeng
Lebih lanjut, Gung Raja mengataja jika rangkai poresesi plebon Anak Agung Gde Raka Payadanya hari ini Rabu 14 Desember 2022 akan digelar poresesi mendak lembu cemeng.
Di mana dalam prosesi mendak lembu cemeng itu akan berisi prosesi parade budaya dari Balai Budaya Gianyar menuju Puri Abianbase yang berjarak sekitar 1 kilometer.
Parade ini mulai dari tarian dengan kostum seni drama gong hingga diiringi gamelan gong suling.
Kemudian, Gung Raja melanjutkan besoknya tepat pada 15 Desember 2022 akan digelar prosesi penyiraman nyiramin layon (jenazah).
Serta pada tanggal 16 Desember 2022 nyuwung dan 17 Desember 2022 puncak pelebon.
Baca juga: Permaisuri Drama Gong itu Berpulang, Sosok Gigih yang Senyap Keluh Kesahnya
“Saat nyuwung akan dipersembahkan pementasan drama gong pada malam harinya yang diinisiasi oleh rekan-rekan beliau. Tanggal 17 saat prosesi pelebon juga akan diiringi parade seniman drama gong dari Puri Abianbase menuju setra Desa Adat Abianbase. Jaraknya sekitar 500 meter ke selatan,” ungkapnya kepada Tribun Bali.
Dalam prosesi nanti, Agung Raja mewakili keluarga puri pun memohon permakluman kepada warga sekitar dan pengguna jalan dalam prosesi tersebut.
Sebab tak dipungkiri akan sedikit mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
“Kepada warga sekitar dan pengguna jalan selama prosesi akan terganggu arus lalu lintas. Kami harap mohon permakluman dan bisa mencari jalur alternatif,” harapnya.
(*)
(Tribun-Bali.com/I Wayan Eri Gunarta)