Berita Klungkung
Hingga November, 588 Warga Klungkung Berangkat Bekerja ke Luar Negeri
Sementara penempatan PMI hingga bulan November 2022 sebanyak 588 orang.
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA- Minat warga di Klungkung untuk bekerja ke luar negeri mengalami peningkatan, sejak dilonggarkannya PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat). Hal ini lantaran mulai bukanya agen tenaga kerja yang menawarkan magang ataupun kerja ke luar negeri.
Berdasarkan data di Dinas Ketenagakerjaan Klungkung, jumlah penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Klungkung sepanjang tahun 2021 sebanyak 467 orang. Sementara penempatan PMI hingga bulan November 2022 sebanyak 588 orang.
"Kembalinya beroperasinya agen-agen tenaga kerja ke luar negeri ini, membuat peluang warga untuk bekeja ke liar negeri kian terbuka," ungkap Kadis Ketenagakerjaan Klungkung, I Wayan Sumarta, Selasa (13/12/2022).
Menurutnya ada beberapa alasan yang membuat minat warga untuk bekerja ke luar negeri itu cukup tinggi. Misalnya saja untuk meningkatkan kesejahteraan ataupun mencari pengalaman. Sebagian besar tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri, di sektor pariwisata.
"Mereka ini rata-rata bekerja ke luar negeri dua tingga tiga tahun, lalu baru buka udaha atau lanjut bekerja di Bali," jelas Sumarta.
Melihat antusias warga masih tinggi untuk bekerja di luar negeri, Dinas Ketenagakerjaan pun masih aktif memberikan pelatihan kerja kepada warga. Khususnya terhadap warga kurang mampu yang masuk DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial).
"Program pelatihan CPMI (Calon Pekerja Migran Indonesia) di Klungkung ini menyasar anak usia produktif dari keluarga kurang mampu yang masuk dara DTKS. Tujuan awalnya agar mereka ini bisa lepas dari kemiskinan," ungkap Kepala Bidang Pelatihan, Produktivitas, dan Transmigrasi Dinas Ketenagakerjaan Klungkung I Made Sukadana.
Program ini sudah berlangsung sejak tahun 2019 lalu. Pada tahun 2019 ada 20 warga yang mendapat pelatihan untuk menjadi pekerja migran. Pada tahun 2020 program ini ditiadakan karena pandemi Covid-19, lalu tahun 2021 sebanyak 15 orang dan tahun 2022 ini sebanyak 22 orang.
"Dari jumlah itu, 17 warga telah berangkat ke luar negeri untuk bekerja. Sementara sisanya masih berproses," ungkap Sukadana. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/20-anak-dari-keluarga-kurang-mampu-ketika-mengikuti-pelatihan-kerja-di-salah-saru-hotel.jpg)