Berita Klungkung
Klungkung Pinjam Uang Rp144 Miliar, Upaya Perbaiki Jalan di Nusa Penida
Berbagai upaya ditempuh Pemkab Klungkung, untuk menuntaskan perbaikan infrastruktur jalan di Nusa Penida.
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Berbagai upaya ditempuh Pemkab Klungkung, untuk menuntaskan perbaikan infrastruktur jalan di Nusa Penida.
Di tengah keterbatasan anggaran, Pemda Klungkung akhirnya menempuh pembiayaan melalui pinjaman senilai Rp144 Miliar ke BPD Bali.
Kesepakatan pinjaman daerah ini ditandai melalui penandatanganan perjanjian antara Bupati Klungkung, I Made Satria, dengan Direktur Kredit BPD Bali, Made Lestara Widiatmika, di Aula BPD Bali Cabang Klungkung, Senin (4/5/2026).
Pada tahap awal, dana yang sudah dicairkan sebesar Rp66,28 Miliar.
Baca juga: Hardiknas, Guru Pengabdian di Klungkung Bali Cemas Wacana Penghapusan Guru Honorer 2027
Pembiayaan itu nantinya difokuskan untuk membiayai pembangunan beberapa akses jalan di Kecamatan Nusa Penida.
Bupati Klungkung I Made Satria menjelaskan, dana kredit tersebut akan difokuskan pada pembiayaan sejumlah proyek prioritas yang telah lama dinantikan masyarakat, khususnya di Nusa Penida.
Di antaranya adalah peningkatan Jalan Sampalan-Toya Pakeh dengan nilai Rp51,92 Miliar, yang merupakan akses vital bagi mobilitas masyarakat dan wisatawan.
Selain itu, peningkatan Jalan Lingkar Ceningan senilai Rp9,5 miliar guna memperkuat konektivitas antarwilayah kepulauan.
Tak hanya infrastruktur jalan, sektor layanan kesehatan juga ikut disentuh.
Baca juga: Peringatan Hari Buruh, Masih Banyak Pekerja di Klungkung Diupah di Bawah UMK
Pemerintah menganggarkan Rp4,86 miliar untuk pembangunan gedung Central Sterile Supply Department (CSSD) di RS Gema Santi Nusa Penida, sebagai upaya meningkatkan standar pelayanan medis di daerah tersebut.
“Pembangunan infrastruktur merupakan urat nadi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Untuk mengejar ketertinggalan, khususnya di wilayah kepulauan, diperlukan inovasi pembiayaan yang terukur, transparan, dan akuntabel. Fasilitas kredit ini diharapkan menjadi katalisator percepatan pembangunan di Kabupaten Klungkung,” ujar Made Satria.
Bupati Satria menegaskan, pembangunan infrastruktur menjadi prioritas dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan layanan publik, terutama di wilayah kepulauan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.
“Pinjaman ini adalah langkah percepatan. Tapi harus dikelola secara transparan dan akuntabel agar benar-benar berdampak bagi masyarakat,” tegasnya.
Baca juga: Upacara Massal di Banjar Pande Galiran Klungkung Diminati, Biaya Lebih Ringan dan Peserta Membludak
Sementara itu, sisa plafon kredit sebesar Rp47,83 miliar direncanakan untuk pembangunan Pasar Mentigi Nusa Penida tahap pertama.
Proyek ini masih dalam proses pemenuhan syarat administrasi dan teknis sebelum masuk tahap eksekusi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Bupati-Klungkung-Made-Satria-dan-jajarannya-saat-menandatangani-perjanjian-kredit.jpg)