Kecelakaan di Bali
Kasus Kecelakaan di Tabanan, 54 Nyawa Melayang Sejak Awal Tahun 2022, Didominasi Faktor Kelelahan
kecelakaan lalu lintas di Tabanan mencapai 445 kasus, 54 orang meninggal dunia
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tabanan mencatat sejak awal 2022 hingga kemarin, kecelakaan lalu lintas di Tabanan mencapai 445 kasus.
Dari kasus tersebut, 54 orang meninggal dunia.
Dibandingkan tahun 2021, jumlah kasus tahun ini meningkat drastis.
Tahun ini, luka berat ada dua orang dan luka ringan 570 orang.
Baca juga: Kecelakaan Maut Pikap di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk Sebabkan 2 Orang Meninggal Dunia!
Sedangkan kerugian materi mencapai Rp 1 miliar lebih.
Pada tahun 2021, korban meninggal sebanyak 36 orang. Total kerugian materi Rp 245 juta.
Kasatlantas Polres Tabanan, AKP Kanisius Pranata mengatakan aktivitas lalu lintas pada 2022 lebih padat dibanding 2021 yang masih Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
“Dari data memang ada peningkatan di 2022 ini,” ucapnya, Selasa 20 Desember 2022.
Kanisius mengatakan, rata-rata kasus kecelakaan terjadi di sepanjang jalan nasional Denpasar-Gilimanuk.
Kecelakaan didominasi faktor kelelahan. Sopir atau pengendara mengantuk dalam perjalanan.
“Terjadi di titik-titik atau jalur dimana driver mengantuk atau kelelahan,” jelasnya.
Sedangkan di Karangasem, jalan yang menghubungkan antar kecamatan tepatnya di Desa Duda, Kecamatan Selat rusak parah.
Aspal berlubang dan retak-retak. Kondisi ini dikhawatirkan bisa menjadi pemicu kecelakaan.
Warga mengatakan, sudah sering ada pengendara terjatuh saat melintasi jalan ini.
Kepala Bidang Bina Marga, Dinas PUPR Karangasem, Wayan Surata Jaya mengatakan, jalan ini tanggung jawab Pemprov Bali.
Ia tak berani membahas terkait perbaikan.
Kata dia, pihaknya sudah menyampaikan namun Pemprov Bali belum merespons.
"Itu jalan Provinsi, ruas jalan Rendang - Subagan. Kami sudah pernah berkoordinasi dengan Provinsi. Terkait tindak lanjutnya kami belum tahu detail," ujarnya.
Jalan di Kabupaten Karangasem yang rusak diperkirakan 32 persen dari panjang jalan 1.202 kilometer.
Terbanuak ada di Kecamatan Kubu, Kecamatan Abang, dan Kecamatan Bebandem. (ang/ful)
Kumpulan Artikel Bali