Sponsored Content
Seperti Sapu Lidi, Mensos Serukan Penguatan Solidaritas
Menteri Sosial Tri Rismaharini menyerukan kembali pentingnya meneguhkan semangat kesetiakawanan sosial
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Puncak peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) dan Hari Disabilitas Internasional (HDI) selesai digelar, kemarin.
Perhelatan berlangsung meriah dengan menampilkan tari pendet oleh 15 bocah perempuan pada sesi pembukaan.
Para penabuh gamelan adalah penyandang disabilitas yang telah unjuk kebolehan pada momen Pertemuan Tingkat Tinggi Penyandang Disabilitas Asia Pasifik di Jakarta beberapa waktu lalu.
Dalam sambutannya, Menteri Sosial Tri Rismaharini menyerukan kembali pentingnya meneguhkan semangat kesetiakawanan sosial, yakni merajut solidaritas, tolong menolong, saling membantu dan saling perduli.
Baca juga: Kesulitan Biaya, Anak Pasutri Tuna Netra di Bangli Diberi Bantuan Biaya Kuliah oleh Menteri Sosial
Kesetiakawanan sosial masih relevan menjadi spirit bangsa Indonesia yang kini menghadapi berbagai tantangan.
Dengan memperkokoh nilai solidaritas, tolong menolong, saling membantu dan saling peduli antar elemen bangsa, diyakini menjadi perekat mengatasi berbagai tantangan.
Mensos menyatakan, Indonesia menghadapi berbagai bencana alam seperti bencana hidrometeorologi, vulkanik dan tektonik di berbagai daerah.
Indonesia juga menghadapi tantangan pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan tantangan sosial lainnya.
Untuk mengatasi semua itu, Mensos menyerukan agar semua elemen bangsa bersatu padu dan saling membantu.
Partisipasi masyarakat diperlukan untuk menyelenggarakan pembangunan kesejahteraan sosial.
“Seperti lidi, bila disatukan menjadi sapu akan kuat dan banyak bermanfaat," kata Mensos di Alun-alun Ida Dewa Agung Jambe, Jl. Untung Suropati, di Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali.
Hadir pada acara itu Wakil Ketua MPR Yandri Susanto, Ketua Komisi VIII Ashabul Kahfi dan para anggota Komisi VIII, Wakil Gubernur Bali Cuk Oka Sukawati, Pembina Dharma Wanita Provinsi Bali Ni Putu Putri Suastini Koster, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, dan jajaran.
Selanjutnya Mensos mencontohkan, dalam penanganan dampak gempa Cianjur, terlibat berbagai unsur masyarakat dengan semangat kerelaan dan kegotong-royongan.
Kemensos melalui unit pelaksana teknis (UPT) dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) bekerja siang malam membantu meringankan beban penyintas gempa.
“Mereka berminggu-minggu membantu saudara kita yang terdampak bencana. Tidak hanya dari Jawa Barat, Tagana dari daerah lain terpanggil ikut membantu, bersama elemen masyarakat lain,” kata dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Seperti-Sapu-Lidi-Mensos-Serukan-Penguatan-Solidaritas.jpg)