Berita Denpasar

Embung Sanur Akan Jadi Destinasi Wisata Publik Baru, Bisa Gelar Event dengan Stage di Atas Air

Dinas Pariwisata Kota Denpasar, akan membuka kawasan Embung Sanur yang ada di Jalan Bypas Ngurah Rai, menjadi destinasi wisata baru.

TRIBUN BALI/ I PUTU SUPARTIKA
Dinas Pariwisata Kota Denpasar, akan membuka kawasan Embung Sanur yang ada di Jalan Bypas Ngurah Rai, menjadi destinasi wisata baru. Destinasi wisata tersebut, berupa wahana olahraga dan rekreasi warga Kota Denpasar. 

TRIBUN-BALI.COM - Dinas Pariwisata Kota Denpasar, akan membuka kawasan Embung Sanur yang ada di Jalan Bypas Ngurah Rai, menjadi destinasi wisata baru.

Destinasi wisata tersebut, berupa wahana olahraga dan rekreasi warga Kota Denpasar.

Pembangunan Embung Sanur ini, juga untuk mengatasi banjir di kawasan Bumi Ayu Sanur.

Kadispar Kota Denpasar, MA Dezire Mulyani, mengatakan, saat ini Embung Sanur masih dalam masa pemeliharaan. 

Dinas Pariwisata Kota Denpasar, akan membuka kawasan Embung Sanur yang ada di Jalan Bypas Ngurah Rai, menjadi destinasi wisata baru.

Destinasi wisata tersebut, berupa wahana olahraga dan rekreasi warga Kota Denpasar.
Dinas Pariwisata Kota Denpasar, akan membuka kawasan Embung Sanur yang ada di Jalan Bypas Ngurah Rai, menjadi destinasi wisata baru. Destinasi wisata tersebut, berupa wahana olahraga dan rekreasi warga Kota Denpasar. (TRIBUN BALI/ I PUTU SUPARTIKA)

Dezire mengatakan, Embung Sanur sangat memungkinkan dan memiliki potensi yang bagus untuk dijadikan kawasan wisata baru di Kota Denpasar. "Itu memang sudah selesai, sudah sangat bagus dilihat. Kami memang akan menjadikan kawasan tersebut sebagai destinasi wisata baru," kata Dezire, Kamis (5/1).

Destinasi wisata tersebut nantinya bisa digunakan untuk tempat olahraga atau kebugaran, tempat rekreasi keluarga maupun kegiatan dan aktivitas anak muda.

Bahkan menurutnya, kawasan Embung Sanur juga memungkinkan untuk dijadikan tempat event seperti di Taman Kumbasari Tukad Badung.

Di mana, panggung untuk pementasan bisa dibuatkan di tengah air. Sehingga, penonton bisa menikmati hiburan dari taman yang ada di kawasan embung.

"Banyak hal yang bisa dilakukan di kawasan itu, termasuk event bisa, panggung di tengah danau. Tetapi kami juga masih melihat kapasitasnya," imbuhnya.

Pihaknya segera bersurat dan berdiskusi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida. Karena saat ini kawasan tersebut masih dikelola oleh BWS.

Karena masih dalam masa pemeliharaan oleh kontraktor, Dezire mengungkapkan, pembukaan kawasan wisata publik ini akan dilakukan setelah masa pemeliharaan selesai.

"Masa pemeliharaan biasanya 6 bulan sampai 1 tahun. Kalau boleh di pertengahan pemeliharaan kami buka kawasan wisata, kami akan upayakan buka," katanya. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved