Berita Denpasar

PDAM Denpasar Minta Diguyur Modal Rp 700 Miliar, Untuk Pergantian Pipa dan Penyediaan Air Siap Minum

PDAM Kota Denpasar minta setoran modal tahun ini ke Pemkot Denpasar, sebelumnya berencana mengajukan Rp 350 miliar untuk pergantian pipa

Tribun Bali/Putu Supartika
PDAM Denpasar - PDAM Denpasar Minta Diguyur Modal Rp 700 Miliar, Untuk Pergantian Pipa dan Penyediaan Air Siap Minum 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma atau PDAM Kota Denpasar minta setoran modal tahun ini ke Pemkot Denpasar sebesar Rp 700 juta.

Awalnya, PDAM hanya akan minta modal senilai Rp 350 miliar.

Namun dengan dalih ada tambahan infrastruktur, permintaan naik duakali lipat.

Tambahan infrastruktur itu untuk meningkatkan kualitas air agar bisa menjadi siap minum.

Baca juga: 668 Pelanggan Tunggak PDAM Kena Cabut di 2022

Direktur Umum (Dirum) Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma Ni Luh Sri Utami mengatakan, permintaan tambahan modal sebelumnya hanya merujuk pada perlunya pergantian pipa yang sudah berumur di atas 50 tahun.

Namun, setelah ada permintaan pemerintah pusat agar Perumda air minum bisa menyediakan air siap minum, harus ada tambahan alat.

Makanya ada banyak tambahannya biaya yang diperlukan.

Salah satunya penambaham reservoir.

Selain itu juga ada penambahan membran dan peningkatan kualitas pipa.

"Memang sebelumnya hanya berkaitan dengan pergantian pipa saja. Tetapi targetnya harus air siap minum bisa kami sediakan, jadi ini membuat alat juga naik dan mau tidak mau anggaran juga harus dinaikan," katanya, Kamis 5 Januari 2023.

Menurut Sri Utami, sebelumnya pihaknya berencana mengajukan Rp 350 miliar untuk pergantian pipa.

Namun, karena banyak perubahan dari koreksi saat melakukan Prafeasibility Study (Pra FS) maka didapat angka Rp 700 miliar yang akan diajukan.

Saat ini, FS sudah masuk finalisasi yang sebenarnya harus selesai pada Desember 2022.

"Tetapi karena masih ada perubahan lagi, belum bisa selesai Desember. Tapi sekarang sudah masuk finalisasi. Yang jelas kenapa anggaran yang dibutuhkan naik, karena ada penambahan pengadaan membran, kualitas pipa naik, penambahan reservoir lagi di 3 pembangunan. Seharusnya sih ada 10 lagi paling tidak, tapi bertahap dulu," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved