Berita Denpasar
Rugikan Banyak Pihak, Pembangunan 3 Jembatan di Gatsu Denpasar Molor
Pembangunan tiga jembatan yang berlangsung sejak pertengahan tahun 2021, di Jalan Gatot Subroto Timur, Denpasar, Bali kembali molor.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pembangunan tiga jembatan yang berlangsung sejak pertengahan tahun 2021, di Jalan Gatot Subroto Timur, Denpasar, Bali belum rampung hingga saat ini.
Pengamat Tata Ruang di Bali, Prof. Rumawan pun menanggapi mengenai pembangunan jembatan ini.
“Ada banyak hal yang membuat pembangunan molor, salah satunya cuaca. Kalau alasannya masuk akal pengawas akan mengizinkan pertambahan waktu pengerjaan,” katanya pada, Kamis 5 Januari 2023.
Baca juga: PDAM Denpasar Minta Diguyur Modal Rp 700 Miliar, Untuk Pergantian Pipa dan Penyediaan Air Siap Minum
Ia pun mengatakan molornya pengerjaan jembatan ini merugikan banyak pihak, terutama pengendara yang mengandalkan jalan itu untuk aktivitas.
Selain itu, beberapa kegiatan perekonomian tersendat karena jalan itu adalah jalan utama yang dilalui pengangkut barang.
"Kerugian itu berupa waktu. Orang berputar sehingga jarak tempuhnya bertambah, rugi waktu juga rugi uang yaitu bahan bakar minyak (BBM) habis, mesin hidup terus lebih banyak menghabiskan bensin," sambungnya.
Baca juga: Polsek Denpasar Timur Pengamanan Kunjungan Wakil Walikota dan Camat Ke Korban Bencana Alam
Selain itu, Prof Rumawan juga memantau di dekat jembatan yang baru dibangun itu akan ada mall sehingga banyak yang menunggu selesainya jembatan tersebut.
"Apalagi akan ada pusat perbelanjaan dekat jembatan itu. Itu pasti akan memberi beban. Dengan selesai jembatan itu ditunggu banyak pihak," tambahnya.
Baca juga: Pohon Tumbang di 10 Titik Kota Denpasar, Sekda Denpasar : Tetap Hati-Hati Saat Melintasi Pohon Besar
Seperti diketahui pengerjaan proyek jembatan ini molor sampai Februari mendatang.
Hal itu juga dibenarkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.2, Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah III Provinsi Bali, BBPJN (Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional) Jawa-Bali, Muhammad Solthon.
Ia mengatakan, pengerjaan jembatan akan ada penambahan waktu hingga Februari mendatang.
Alasannya karena cuaca membuat proteksi Pura di Sungai Ayung. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Truk-bermuatan-besi-alami-bocor-ban-di-Gatsu-Tengah-Denpasar.jpg)