HUT PDIP
Politisi Senior PDIP Ini Sebut HUT PDIP ke-50 Jadi Momentum Lakukan Renungan Ideologis Partai
Hendrawan Supratikno selaku Ketua DPP PDIP mengungkapkan bahwa ulang tahun ke-50 ini merupakan momentum untuk melakukan renungan ideologis partai.
TRIBUN-BALI.COM – Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 PDI Perjuangan dirayakan hari ini, Selasa (10/1/2023).
Dilansir dari Tribunnews, Hendrawan Supratikno selaku Ketua DPP PDIP mengungkapkan bahwa ulang tahun ke-50 ini merupakan momentum untuk melakukan renungan ideologis partai untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan.
"Momentum untuk melakukan renungan ideologis tentang peran partai dalam menegakkan konstitusi mewujudkan cita-cita kemerdekaan," kata Hendrawan Supratikno, saat dihubungi, Selasa ini.
Tujuh perintah yang disampaikan Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri relevan dalam kondisi saat ini menurutnya.
"7 Perintah Ketua Umum sangat tepat dan relevan dalam sikon sekarang," tutur Hendrawan.
Baca juga: Ini Tradisi Khusus Megawati Soekarnoputri Sebelum Mengumumkan Capres, Kejutan di HUT ke-50 PDIP?
Sementara itu, politisi senior PDIP itu menyampaikan harapannya untuk para generasi muda, terus mengembangkan politik yang inklusif dan mencerahkan.
"Politik yang bermartabat, yang tidak mudah terjebak atau terkontaminasi politik transaksional cum kriminal," ucapnya.
Sebelumnya, jelang perayaan HUT ke-50 partai PDI Perjuangan (PDIP) yang akan dihelat pada 10 Januari 2023, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengeluarkan surat perintah hariannya.
Dalam surat perintah terkait perayaan bertema 'Genggam Tangan Persatuan dengan Jiwa Gotong Royong dan Semangat Api Perjuangan Nan Tak Kunjung Padam' dengan Sub Tema 'Persatuan Indonesia untuk Indonesia Raya' tersebut, terdapat 7 poin yang disampaikan Presiden ke-5 Republik Indonesia (RI) itu.
Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan surat perintah itu dikeluarkan pada 7 Januari 2023.
Menurut Hasto, Megawati menekankan bahwa perayaan HUT kali ini sangat istimewa, karena merupakan momentum yang amat penting untuk menggelorakan semangat juang partai tersebut.
Hal ini dapat dilihat melalui seluruh perjalanan kepartaian dari pembentukan PNI pada 4 Juli 1927, kemudian pembentukan PDI pada 10 Januari 1973, hingga akhirnya bertransformasi menjadi menjadi PDI Perjuangan.
Transformasi ini tentu untuk menjawab panggilan sejarah PDI Perjuangan agar tetap berfokus pada kebaikan masa depan bangsa dan negara Indonesia.
"Bahwa sehubungan dengan hal tersebut, maka selaku Ketua Umum PDI Perjuangan dengan ini saya sampaikan Perintah Harian Ketua Umum PDI Perjuangan," kata Megawati dalam petikan surat perintah tersebut yang disampaikan kepada wartawan, Sabtu (7/1/2023).
Terkait surat perintah tersebut, poin pertama yang ditegaskan adalah Megawati memerintahkan agar kader PDIP tidak hanya memperkokoh Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara saja.
Namun juga Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
Kemudian poin kedua, ia menyerukan agar para kader menggenggam tangan persatuan dengan rakyat dan menjadikan PDI Perjuangan sebagai kekuatan pemersatu bangsa, serta solid bergerak menyatu dengan rakyat guna memenangkan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
"Ketiga, gelorakan jiwa gotong rotong guna menghapus paham individualisme, dan jadikan mimpi, harapan, cita-cita rakyat untuk diperjuangkan sebagai kepentingan kolektif utama Partai," bunyi poin ketiga dalam surat perintah tersebut.
Baca juga: Megawati Harap Seluruh Kader Partai Hadir, Presiden Jokowi Dijadwalkan Hadiri HUT ke-50 PDIP
Lalu poin keempat, kader PDIP diminta untuk menyalakan semangat api perjuangan yang tak kunjung padam dalam seluruh aspek kehidupan.
Khususnya dalam membangun semangat juang dari kalangan petani, nelayan dan buruh untuk diorganisir menjadi pilar-pilar kekuatan nasional Indonesia.
Ini dilakukan agar terwujudnya Indonesia yang berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian dalam bidang kebudayaan.
"Kelima, wujudkan semangat dan roh perjuangan partai, agar menjadi satu kekuatan yang solid bergerak ke bawah membangun semangat juang rakyat, sebab rakyatlah pemegang kedaulatan politik tertinggi kekuasaan pemerintahan negara," bunyi poin kelima dalam surat perintah tersebut.
Poin keenam, ia menyerukan agar para kader menghadirkan program kongkrit di tengah rakyat melalui gerak kebudayaan membangun jati diri bangsa, gerakan mencerdaskan kehidupan bangsa dan gerakan meningkatkan taraf kehidupan rakyat.
Selanjutnya poin terakhir yakni ketujuh, Megawati memerintahkan para kader agar melanjutkan langkah rekrutmen, pendidikan politik, kaderisasi kepemimpinan secara sistemik dan secara sungguh-sungguh menyerap seluruh aspirasi rakyat untuk menjadi kebijakan publik.
"Serta terus perkuat 5 mantap partai, yakni mantap ideologi, organisasi, kader, program, dan sumber daya Partai, serta mendorong penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, kedepankan riset dan inovasi," jelas poin dalam surat perintah tersebut.
Untuk terus menguatkan semangat para kadernya jelang perayaan HUT ke-50 PDIP, Megawati menutup perintahnya dengan memberikan motivasi agar kader selalu menggelorakan semangatnya pada 10 Januari 2023.
Tidak hanya itu, Megawati kembali menitipkan pesan agar semua poin perintah itu dilaksanakan secara penuh tanggung jawab.
Perlu diketahui, perayaan ini akan dilakukan sebagai bagian konsolidasi Partai dalam rangka Pemenangan Pemilu.
Fokus inilah yang membuat perayaan kali ini bersifat lebih ke internal, hal itu karena untuk memperkuat jati diri PDIP sebagai partai ideologi Pancasila dengan ciri kerakyatan, kebangsaan dan keadilan sosial.
Baca juga: Keluarga Besar PDI Perjuangan Kabupaten Badung Menucapkan HUT yang ke-50 PDI Perjuangan
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul HUT PDIP ke-50, Politisi Senior Sebut Momentum Melakukan Renungan Ideologis Partai
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.