Demo di Jakarta

GERUDUG Markas Brimob di Jakarta, Driver Ojol Tak Terima Kematian Kawannya, Bagikan Pita Hitam!

Ia memperkirakan sekitar 7.000 pengemudi ojol ikut serta dalam konvoi tersebut. Menurutnya, simpati warga juga terlihat sepanjang perjalanan.

ISTIMEWA
TANDA SILANG – Sejumlah pengendara motor melintas di spanduk polisi yang diberi tanda silang di Simpang Tiga Taman Patung Bima - Naga Baruna, Kota Singaraja, Kabupaten Buleleng, Jumat (29/8). 

TRIBUN-BALI.COM – Ribuan pengemudi ojek online (ojol) mengiringi jenazah Affan Kurniawan (21), driver ojol yang tewas usai dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob, menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Tanah Abang, Jakarta, Jumat (29/8).

Iringan motor beratribut hijau memenuhi jalanan sejak jenazah diberangkatkan dari rumah duka di Dukuh Atas, Tanah Abang, sekitar pukul 09.30 WIB. Suasana duka dan solidaritas tampak begitu kental saat ribuan pengemudi ojol melepas kepergian Affan Kurniawan. 

Salah satu pengemudi ojol, Bambang (21), menyebut pengantaran jenazah Affan sebagai bentuk kepedulian bersama. “Ini sebagai bentuk duka cita bersama dan solidaritas kami kepada mendiang Affan,” kata Bambang seperti dilansir Kompas.com. 

Ia memperkirakan sekitar 7.000 pengemudi ojol ikut serta dalam konvoi tersebut. Menurutnya, simpati warga juga terlihat sepanjang perjalanan. “Ada simpati dari warga, mereka seperti merasakan kesedihan yang sama,” ujarnya. 

Baca juga: ADU Jangkrik 2 Pengendara Sepeda Motor Buleleng di Ruas Jalan Singaraja - Busungbiu! Ini Kondisinya

Baca juga: FIRASAT Sang Ayah Sebelum Kematian Sang Putri, Polisi Temukan Luka Robek di Kelamin Mahasiswi Made V

Demo ojol di Mako Brimob
Setelah prosesi pemakaman, Bambang menyebut rekan-rekan ojol berencana kembali mendatangi Markas Komando Brimob Polda Metro Jaya di Kwitang. Sementara itu, pengemudi ojol lain, Burhan (28), berharap proses hukum terhadap peristiwa yang menimpa Affan berjalan transparan.

Setelah prosesi pemakaman, Bambang menyebut rekan-rekan ojol berencana kembali mendatangi Markas Komando Brimob Polda Metro Jaya di Kwitang. Sementara itu, pengemudi ojol lain, Burhan (28), berharap proses hukum terhadap peristiwa yang menimpa Affan berjalan transparan. “Dan yang lebih penting, diproses secara transparan,” tegasnya. 

Setibanya di TPU Karet Bivak, isak tangis keluarga, kerabat, dan ribuan pelayat pecah. Doa-doa mengiringi penurunan jenazah Affan ke liang lahat. Ibunda dan nenek almarhum terlihat tak kuasa menahan tangis.

Prosesi berlangsung khidmat. Setelah liang lahat tertutup tanah dan tabur bunga dilakukan, tangisan keluarga kembali pecah. Gubernur DKI Jakarta periode 2017–2022 Anies Baswedan turut hadir. Ia menyampaikan doa dan duka mendalam bagi keluarga Affan. 

“Hari ini (kemarin) kita semua berkumpul untuk menunaikan kewajiban kita yang masih hidup. Insyaallah wafat dalam keadaan husnul khotimah. Amin,” ujar Anies. 

Ia menegaskan, perjuangan menegakkan keadilan tidak berhenti di pemakaman ini. “Yakinlah semua yang di sini akan menjadi saksi bahwa memperjuangkan keadilan itu tidak berhenti di pemakaman ini. Insyaallah ini menjadi hikmah bagi semuanya,” kata Anies. 

Affan tewas usai dilindas kendaraan taktis Brimob pada Kamis (28/8) malam, setelah aksi demonstrasi mahasiswa di depan Gedung DPR/MPR RI ricuh dan merembet ke sejumlah titik.

Dalam sebuah video amatir yang beredar di media sosial, rantis bertuliskan Brimob tampak melaju kencang di tengah massa. Affan yang berusaha menyelamatkan diri justru terlindas kendaraan tersebut. Massa yang menyaksikan insiden itu pun marah dan mengejar mobil. 

Sementara itu, aktivitas ojol di Bali kemarin berjalan seperti biasa. Namun driver ojol di Bali ada rencana membagikan pita hitam kepada masyarakat sebagai simbolis terkait kejadian di Jakarta. Untuk kapan dan di mana kegiatan tersebut sesama driver masih akan dibahas lebih lanjut. Driver ojol di Bali menyayangkan kejadian meninggalnya Affan Kurniawan.

Salah satu pengemudi ojek online (ojol) di Singaraja, Ketut Suartika mengaku prihatin atas kejadian yang menimpa rekan sesama ojol, saat melakukan aksi demonstrasi di Jakarta, Kamis (28/8). Di mana salah satu anggota ojol ditabrak mobil rantis hingga meninggal dunia. 

“Kami prihatin saja dengan peristiwa itu kenapa aparat bertindak terlalu represif. Saya lihat juga mobilnya jenis rantis tahan peluru, mestinya lebih bijak berkomunikasi dengan baik,” sesalnya.

Disinggung apakah akan menggelar aksi solidaritas pasca peristiwa tersebut, Suartika mengaku belum mendapat instruksi dari induk organisasinya. Suartika yang juga selaku bendara di organisasi  untuk melakukan aksi  solidaritas memberikan respon atas tewasnya rekan mereka di Jakarta. 

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved