Pilpres 2024

Ganjar Pranowo ‘Dikucilkan’ di Acara HUT ke-50 PDI-P, Pengamat: Berkaitan dengan Puan Maharani

Ganjar Pranowo dinilai dikucilkan saat PDI-P merayakan hari jadi ke-50 dan dianggap ada kaitannya dengan Puan Maharani

dok. Pemprov Jateng
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyalami DPR RI Puan Maharani. Ganjar Pranowo ‘Dikucilkan’ di Acara HUT ke-50 PDI-P, Pengamat: Berkaitan dengan Puan Maharani 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASARGanjar Pranowo dinilai dikucilkan saat PDI-P merayakan hari jadi ke-50 dan dianggap ada kaitannya dengan Puan Maharani.

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menilai Ganjar Pranowo sedikit ‘dikucilkan’ sepanjang acara tersebut mengingat dirinya yang tidak mendapatkan kursi hingga tidak kebagian tumpeng.

Meskipun secara internal dirinya dikucilkan namun menurut Komarudin, ganjar Pranowo secara external malah mendapatkan banyak dukungan.

Hal ini menjadi perhatian karena menurutnya secara internal, para kader PDI-P akan mendukung Puan Maharani.

Baca juga: Gencar Dukung Ganjar Pranowo dan Yenny Wahid di Pilpres 2024, PSI: Satu Visi dengan Golkar dan PAN

"Ganjar di internal dipinggirkan, di eksternal banyak yang dukung karena memang polanya seperti itu, karena di internalnya ada Mbak Puan," kata Ujang dilansir dari Kompas.com, pada Rabu 11 Januari 2023.

Ujang mengatakan, sosok Ganjar lebih banyak didukung kader PDI-P di kalangan bawah dan masyarakat akar rumput.

Ini terbukti dari elektabilitasnya yang tinggi dalam beberapa survei elektabilitas yang bahkan bersaing dengan Anies Baswedan dan Prabowo Subianto.

Gubernur Jawa Tengah itu menjuarai survei berbagai lembaga dengan tingkat elektoral tembus 30 persen, mengungguli mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Sementara, dukungan buat Puan banyak berasal dari petinggi-petinggi PDI-P. Tak heran, sebagai anak bungsu Megawati Soekarnoputri, Puan punya kans besar buat mendapat hak-hak istimewa.

Baca juga: Survei Indikator Politik Indonesia: Elektabilitas Ganjar Pranowo Alami Kenaikan, Anies Merosot

Apalagi, ihwal pencapresan PDI-P sepenuhnya menjadi hak prerogatif sang ibunda, Megawati, sebagai pimpinan tertinggi partai.

Oleh karenanya, kata Ujang, ketimbang memberikan ruang buat Ganjar, perhatian partai lebih ditujukan buat Puan.

"Kalau ada capres lain kan itu ibaratnya seperti ada matahari kembar yang tidak boleh bersinar di partai, biar saja sinarnya di luar," ucapnya.

Ujang menilai, dalam pidato kemarin, Megawati tampak lebih condong membela putrinya sendiri. Ini tersirat ketika Presiden kelima RI itu berulang kali menyinggung peran penting perempuan.

Meski tidak menyebut nama Puan secara langsung, namun, kata Ujang, pidato Megawati mengesankan bahwa dia mendukung seorang perempuan menjadi pemimpin.

"Secara kasat mata, pernyataan itu berlaku umum bagi selalu kadar PDI-P maupun seluruh perempuan Indonesia”

Baca juga: Survei Indo Riset: Ganjar Pranowo Raih Elektabilitas Tertinggi, Anies Ungguli Prabowo Subianto

“Tapi secara spesifik, secara subjektif, bisa saja ditafsirkan bahwa itu sinyal dukungan Megawati untuk Puan," kata ujang.

Kendati demikian, Ujang mengatakan, politik masih sangat dinamis. Ihwal pencapresan PDI-P belum final, meski diprediksi bakal tetap berkutat pada dua nama, antara Ganjar atau Puan.

Melihat langgam politik PDI-P yang kerap mengumumkan jagoannya pada detik-detik terakhir jelang pencapresan, "partai wong cilik" itu diperkirakan belum akan mengumumkan capres dalam waktu dekat.

"Politik selalu berubah, selalu dinamis. Hari ini mungkin seperti itu, ke depan kita nggak tahu. Itu yang sulit dipelajari di politik," tutur Ujang.

Sebelumnya diberitakan, sosok Ganjar Pranowo tak tersorot di acara HUT ke-50 PDI Perjuangan yang digelar di Jakarta International Expo, Jakarta Pusat, Selasa 10 Januari 2023 lalu.

Dalam pidato satu setengah jam Megawati Soekarnoputri, nama Ganjar tidak sedikitpun disebut. Ganjar juga tak diperlakukan spesial sebagaimana elite-elite partai.

Dia tidak mendapat potongan tumpeng dari Megawati, juga tak duduk di barisan kursi tamu terdepan.

Namun, situasi berbeda tampak ketika Ganjar berada di luar ruangan.

Saat tiba di lokasi HUT partai, ratusan kader PDI-P mengerumuni orang nomor satu di Jawa Tengah itu untuk berjabat tangan, foto bersama, atau sekadar menyapa Ganjar. Usai acara, Ganjar juga kembali diserbu ratusan kader partai banteng.

Bahkan, teriakkan "Ganjar presiden" sempat menggema di kerumunan massa.

Meskipun sempat terlihat sedikit dikucilkan, namun dengan banyaknya dukungan yang diberikan kepada Ganjar Pranowo, bukan tidak mungkin dirinya akan menjadi pilihan untuk maju di Pilpres 2024. (*)

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Ganjar Terpinggirkan di HUT Partai Sendiri, Pengamat: PDI-P Tak Ingin Ada Matahari Kembar

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved