Berita Badung

Penipuan Modus Sumbangan Ogoh-ogoh, Bendesa Adat Abianbase : Tak Ada Surat Resmi Berarti Penipuan

Terkait penipuan modus sumbangan Ogoh-ogoh, Bendesa Adat Abianbase Badung : Tak Ada Surat Resmi Yang Diketahui Prajuru Berarti Penipuan.

Ist
Bendesa Adat Abianbase Made Sunarta - Terkait penipuan modus sumbangan Ogoh-ogoh, Bendesa Adat Abianbase Badung : Tak Ada Surat Resmi Yang Diketahui Prajuru Berarti Penipuan. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Bendesa adat Abianbase, Kelurahan Abianbase, Mengwi Badung, Bali akhirmya angkat bicara mengenai kasus penipuan dengan modus sumbangan ogoh-ogoh yang sempat ramai di media sosial.

Bahkan Bendesa adat mewakili prajuru di Abianbase menghimbau agar masyarakat baik krama pengarep dan tamiu untuk berhati-hati akan hal itu.

Jika ada yang meminta sumbangan atau dana punia untuk pembuatan ogoh-ogoh serangkaian hari raya nyepi dan tidak membawa surat resmi, dipastikan itu penipuan.

Pasalnya di kelurahan Abianbase atau diwewidangan desa adat Abianbase, sekha teruna maupun Yowana pasti membuat surat resmi yang diketahui oleh bendesa adat.

"Sampai saat ini belum ada Sekha teruna yang membuat surat untuk memohon dana punia (sumbangan sukarela) untuk pembuatan ogoh-ogoh," ujar Bendesa Adat Abianbase Made Sunarta saat dikonfirmasi Selasa 17 Januari 2023.

Pihaknya menyebutkan selama ini jika ada Sekha teruna atau Yowana yang melakukan pungutan sumbangan secara sukarela untuk pembuatan ogoh-ogoh selalu membuat surat resmi dan di ketahui oleh bendesa adat.

Sumbangan yang dilakukan sifatnya sukarela untuk menjaga dan meningkatkan kreatifitas pemuda yang ada di Abianbase.

"Kalau ada yang mengatasnamakan banjar atau Sekha Teruna  di wilayah Desa Adat Abianbase tanpa membawa surat, itu sudah pasti penipuan," jelas Sunarta yang juga Wakil Ketua II DPRD Badung itu.

Baca juga: Penjelasan Disbud Badung Soal ST Harus Lengkapi Syarat Untuk Dapat Dana Motivasi Pembuatan Ogoh-ogoh

Pihaknya pun menghimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dan teliti dalam memberikan bantuan.

Minimal masyarakat atau warga tau siapa yang meminta bantuan, atau perwakilan dari sekha teruna mana, termasuk perwakilan pecalang dan yang lainnya.

"Jadi harus waspada, karena di wilayah kami Abianbase tidak semua warga asli disana. Mungkin ada pendatang yang ngontrak ruko, yang dimintai sumbangan. Karena itu krama tamiu dan pengarep harus waspada akan masalah tersebut," jelasnya sembari mengatakan memang ada sekali dua kali yang melaporakan ke saya akan kasus seperti ini.

Pihaknya berharap kasus tersebut tidak lagi terjadi di wilayah Abianbase termasuk wilayah yang lain di Badung maupun di Bali.

"Semoga kasus tersebut tidak terjadi lagi, hingga mencorang nama sekha teruna kita di Bali," imbuhnya.

Seperti diketahui, Jelang perayaan hari raya nyepi di Bali, di manfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved