Berita Bali
Pertama Kali, Audisi Pergelaran Bondres Bertema Arak Bali Oleh Disbud Sudah Diikuti 26 Pembondres
Pertama kali, audisi pergelaran Bondres bertema Arak Bali oleh Disbud sudah diikuti 26 Pembondres dari seluruh Bali.
Penulis: Putu Yunia Andriyani | Editor: Putu Kartika Viktriani
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebanyak 26 pebondres tercatat sebagai peserta dalam Audisi Pergelaran Bondres se-Bali.
Ini merupakan kegiatan pertama sekaligus menjadi agenda pertama yang berhasil dilaksanakan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali pada tahun 2023.
Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, I Gede Arya Sugiartha pun mengucapkan rasa syukur dan terima kasih dengan penyelenggaraan kegiatan ini.
“Terima kasih atas semua dukungan dan partisipasi masyarakat Bali dan seluruh sahabat sekalian.
Awal tahun ini, sesuai dengan arahan Gubernur Bali bisa menyelenggarakan acara ini,” kata I Gede Arya Sugiartha.
Awalnya, kesenian bondres merupakan sebuah seni tradisi Bali yang tidak berdiri sendiri dan masuk menjadi bagian beberapa seni pertunjukan.
Seiring dengan perkembangan zaman, perkembangan jiwa yang kocak dan menyenangkan, akhirnya Bondres menjadi pergelaran yang berdiri sendiri.
Geliat seniman generasi muda untuk berkesenian bondres membuat penyebaran kesenian ini sangat cepat.
Belum lagi bentuk-bentuk inovasi yang datangnya dari kesenian-kesenian tradisional yang juga luar biasa seperti topeng, arja, calon arang, dan sebagainya membuat bondres semakin luar biasa.
Baca juga: Sambut Hari Arak Bali, Pemprov Imbau Tiap Kabupaten/Kota Pasang Spanduk Peringati Hari Arak
Inilah yang menjadi motivasi Disbud Bali untuk melaksanakan Audisi Pergelaran Bondres Tahun 2023.
“Melihat perkembangannya yang luar biasa ini, pemerintah juga perlu hadir untuk seni hiburan Bondres agar bisa berjalan pada rel yang semestinya,” tambahnya.
Kadisbud menegaskan kegiatan ini bukanlah lomba untuk mencari menang dan kalah tetapi semacam Pawimba atau mencari contoh yang akan diikuti oleh pebondres lainnya.
Selama ini, banyak kritikan dari masyarakat terkait banyolan atau lelucon Bondres cenderung mengarah ke arah yang kurang relevan dengan tata titi kehidupan masyarakat Bali saat ini.
Oleh sebab itu, melalui audisi, pemerintah bisa menemukan contoh-contoh Bondres untuk pebondres lain.
Kadis kemudian secara resmi membuka acara dengan membunyikan ceng-ceng bersama tokoh seniman seperti Prof. I Made Bandem, Prof. I Wayan Dibia, dan Prof. I Wayan Rai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Audisi-Pergelaran-Bondres-menjadi-kegiatan-pertama-di-tahun-2023.jpg)