Berita Bali

Gandeng Seniman Muda Jelang Hari Arak Bali, Putri Koster Utarakan Pengaruhnya

Gandeng seniman muda jelang Hari Arak Bali, Putri Koster utarakan pengaruhnya.

Penulis: Putu Yunia Andriyani | Editor: Putu Kartika Viktriani
Tribun Bali/Putu Yunia Andriyani
Ni Luh Putu Putri Suastini Koster yang ditemui seusai Audisi Pergelaran Bondres di Gedung Ksirarnawa, Denpasar menjelaskan terkait perayaan Hari Arak sebagai bentuk peluang kesejahteraan petani dan pedagang arak. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pada 29 Januari mendatang, seluruh masyarakat Bali akan merayakan Hari Arak. 

Hari Arak ini jatuh tepat pada tanggal dikeluarkannya Pergub Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi Dan/atau Destilasi Khas Bali

Lalu apa dampak adanya Hari Arak terhadap masyarakat Bali? Apa saja peluang-peluang yang bisa diciptakan dengan adanya Hari Arak ini?

Berikut adalah kutipan wawancara antara Tribun Bali dan Ni Luh Putu Suastini Koster terkait Hari Arak. 

Apa dampak adanya Hari Arak untuk masyarakat Bali

Yang pertama kan adanya peraturan seperti ini karena kita melihat kita mempunyai minuman beralkohol tetapi tidak boleh diperdagangkan sementara dari luar bisa masuk ke Bali

Jadi bapak gubernur memperjuangkan bagaimana caranya supaya minuman kita alkohol ini bisa dibuat untuk kesejahteraan karena selama ini yang membuat arak selalu di-uber-uber (kejar-kejar) polisi. 

Melalui pergub tata kelola arak ini kedepannya kita lihat ini seperti “habis gelap terbitlah terang”, jadi yang membuat arak ini juga ikut sejahtera. 

Kemudian tempat yang lain seperti IKM dan UMKM dengan masuknya arah ke kafe-kafe, ke Coffeshop, dan lain sebagainya, jadi kita berjualan apa yang kita miliki. 

Baca juga: Pertama Kali, Audisi Pergelaran Bondres Bertema Arak Bali Oleh Disbud Sudah Diikuti 26 Pembondres

Jadi prinsip “dari kita, oleh kita, untuk kita dan dunia,” dengan begitu semua link itu mendapat kecipratan kesejahteraan. 

UMKM juga yang selama ini berjualan minuman berakohol dari luar mungkin sekarang sudah harus ditambah lagi, bahkan bisa 50-50 untuk menjual arak, jadi kita harus menjual produk kita sendiri dulu. 

Dalam artian apa? Yang dimiliki Bali untuk minuman-minuman beralkohol seperti arak itu kan bahan dasarnya, sekarang sudah ada sekitar lebih dari 29 minuman berlabel berbahan dasar arak yang kita sampaikan untuk kita wisatawan keluar negeri untuk diekspor. 

Tetapi kita harus mengingat kembali bahwa arak ini minuman beralkohol, jadi semakin sering kita minum semakin kita ketagihan dan jangan sampai kita ketagihan, minumlah secukupnya. 

Jangankan arak, minum air segentong saja kita bisa begah dan bisa mabuk juga. 

Kedepannya IKM dan UMKM yang akan menjadi wadah untuk pemasaran arak pasti akan menikmati kesejahteraan disamping para petani arak kita sendiri. 

Bagaimana respon dari IKM dan UMKM dengan adanya Hari Arak?

Mereka sangat senang, tadinya mereka sembunyi-sembunyi, kemudian tidak mendapat kepastian, sekarang mereka menjadi lebih semangat, itu yang saya lihat. 

Dan pada Pameran IKM Bali Bangkit, ibu bahkan mengajak asosiasi minuman-minuman berlabel yang berbahan dasar arak. 

Jadi arak ini tidak harus dikonsumsi secara langsung sehingga terasa araknya tetapi bisa juga menjadi cocktail sehingga ringan untuk masyarakat yang tidak kuat. 

Misalnya kaum perempuan yang mau minum tidak langsung araknya satu sloki, tetapi ada yang bisa dikonsumsi dalam bentuk cocktail. 

Sepertinya alkohol yang dengan kadar nol koma sekian persen dalam darah kita akan memperlancar aliran darah, barangkali dengan kita minum sedikit Arak Barangkali bisa mengurangi kemungkinan untuk stroke, ini barangkali ya karena ibu juga kurang tahu. 

Karena kan stroke itu bersumber dari peredaran darah yang tidak lancar, saraf yang lemah, dengan adanya sedikit alkohol dalam tubuh kita itu akan memperlancar peredaran darah, meningkatkan metabolisme, dan sebagainya. 

Kalau IKM yang mulai mendaftar lagi supaya lebih resmi dan legal arahnya apakah akan bertambah?

Pasti akan bertambah kedepannya, hanya saja kalau ibu tidak di sana ranahnya, itu ranah dari dinas Perdagangan dan Perindustrian yang lebih tahu ya, berapa yang bertambah membuat minuman yang berlebel, berapa yang menjual araknya. 

Apakah aturan dari Gubernur tentang arak ini akan membuat arak aman dibawa ke luar Bali

Tapi kan tetap ada aturannya sendiri, arak kan sudah mulai dilirik oleh orang luar kan, kalau kita (di Bali) sih sudah. Kalau tidak salah itu ada namanya Arakbika itu sudah diminta oleh Amerika, kalau orang yang berkunjung ke luar negeri boleh kok satu botol itu kita bawa untuk oleh-oleh. 

Yang penting adalah sudah izin nya diurus di Bali, dalam artian dia minum minuman yang terdaftar jadi resmi boleh dibawa keluar. 

Tapi kan petani yang membuat arak kemudian dijual di pinggir jalan itu yang tidak boleh karena arak itu masuk dalam daftar investasi negatif, jadi tidak boleh dari petani langsung dijual di pinggir jalan nanti ditangkap polisi. 

Harusnya dari petani arah dibawa ke koperasi arak, nanti koperasi arak yang menjual ke pabrik minuman berlabel berbahan dasar arak. 

Untuk perayaan arak nanti bagaimana bu?

Itu nanti dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali yang mempersiapkan, sederhana saja, yang penting tonggaknya ada, sejarahnya ada. 

Bagaimana tanggapan ibu terkait Audisi Pergelaran Bondres kali ini?

Ini suatu hal yang mendukung juga, jadi kita membikin arak itu akan menyentuh UMKM dan IKM di dunia Entrepreneurnya, tetapi di-entertaiment juga ada. 

Nah di entertaiment inilah untuk sosialisasi segala sesuatu yang baru supaya tidak salah terima. 

Sekarang kan banyak yang berfikir arak itu legal, arak itu masih dalam investasi negatif tetapi arak untuk di Bali sudah peraturannya dalam Pergub tata kelola seperti yang sudah saya bilang tadi. 

Siapa yang bisa menjalankan tugas itu, ya seniman-seniman kita lewat hiburan. 

Kalau hanya menyosialisasikan saja ke masyarakatnya nanti mengantuk, tetapi kalau lewat lawakan-lawakan, meresapnya akan lebih cepat ke masyarakat. 

Bukankah seniman itu berada di tengah-tengah masyarakat kita? Jadi itu yang kita gandeng saat ini. 

Dengan mereka melawak artinya kan mereka memahami juga aturan tersebut kemudian mereka juga mensosialisasikannya. 

Yang seniman juga kan anak muda, jadi mereka lebih cepat menyerap dan menjadi partner pemerintah untuk mempercepat tercapainya program-program pemerintah. (yun)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved