Berita Bangli
Penjualan LPG 3 Kg di Bangli Turun Drastis, Biasanya Sehari Permintaan 7 Truk Kini Jadi 4 Truk
Harga Eceran Tertinggi (HET) gas LPG ukuran 3 kilogram naik jadi Rp18 ribu per 16 Januari 2023. Pasca kenaikan harga, permintaan gas mengalami penurun
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Harga Eceran Tertinggi (HET) gas LPG ukuran 3 kilogram naik jadi Rp18 ribu per 16 Januari 2023.
Pasca kenaikan harga, permintaan gas mengalami penurunan drastis.
Pemilik pangkalan LPG di wilayah Kayuambua, Desa Tiga, Kecamatan Susut, I Nengah Yudana mengatakan, biasanya permintaan gas LPG dalam sehari mencapai tujuh truk. Namun kini berkurang jadi empat truk.
Baca juga: Tak Cukup Setahun, Anggaran BBM Layanan Pengangkutan Sampah di Bangli Sebesar Rp700 juta
"Satu truk itu isinya 560 tabung gas. Penjualannya bisa secara eceran dengan datang langsung ke pangkalan, juga dijual ke desa-desa," ucapnya, Senin (23/1).
Yudana mengatakan, turunnya permintaan gas LPG 3 kilogram sudah terjadi sejak sepekan terakhir. Kata dia, penurunan permintaan ini karena beberapa faktor.
"Jadi bukan semata-mata karena faktor harganya naik saja. Tapi juga karena saat ini tidak banyak upacara keagamaan," ujarnya.
Baca juga: Depresi Tak Kunjung Punya Anak, Warga Banjar Brahmana Bukit Bangli Nekat Akhiri Hidup
Ia mengatakan, kenaikan harga LPG 3 kilogram sudah terjadi dua kali. Pertama dari HET Rp 14 ribu, dan saat ini menjadi Rp18 ribu.
"Kalau di pangkalan jualnya sesuai HET. Tapi kalau penjualan di warung-warung kisarannya Rp 20 ribu hingga Rp 22 ribu," jelasnya.
Yudana tidak menampik saat disinggung adanya gas yang beratnya tidak sesuai. Kata dia hal ini bisa terjadi karena beberapa faktor, salah satunya kebocoran.
Baca juga: Penyesuaian Harga Gas LPG Dikeluhkan Ibu-ibu, Jero Kusuma: Satu tabung Cuma Cukup Untuk Dua Hari
"Untuk gas yang diterima dari agen, biasanya kami timbang kembali. Kalau beratnya tidak sesuai kami akan retur," katanya.
Jajaran Polsek Susut melakukan pengecekan atau pengawasan penjualan gas pasca adanya kenaikan harga gas LPG 3 kilogram.
Kapolsek Susut, AKP I Nyoman Edi Suwarya mengatakan pihaknya secara rutin melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok termasuk juga melakukan pengecekan gas elpiji.
Baca juga: Gas LPG 3 KG di Tabanan Bali Naik di Eceran Rp 20 ribu, Beras Pun Naik
"Kami turun untuk memastikan isi gas sesuai standar. Jangan sampai pembeli mengalami kerugian karena beratnya kurang. Namun dari pengecekan yang dilakukan, isi gas sudah sesuai standar. Hanya saja terhadap kenaikan harga gas, penjualan justru mengalami penurunan," tandasnya. (*)
Berita lainnya di Berita Bangli
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.