Berita Karangasem
Status Emergency! Stok Darah Golongan O di Karangasem Kosong, Simak Penjelasan PMI
Sekretaris PMI Cabang Karangasem, Wayan Suara Arsana, mengaku nihilnya stok golongan darah O karena banyak pasien yang membutuhkan darah O di hari itu
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Stok golongan darah O di Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI), Karangasem berstatus emergency lantaran stoknya kosong, Rabu (8/2/2023).
Sedangkan stok darah lain mencukupi karena stok ada.
Seperti pasokan stok darah golongan A ada 5 kantung, stok darah golongan B ada 10 kantung, dan stok darah golongan AB ada 8 kantung.
Sekretaris PMI Cabang Karangasem, Wayan Suara Arsana, mengaku nihilnya stok golongan darah O karena banyak pasien yang membutuhkan darah O di hari itu.
Kemungkinan stok darah golongan O kembali ada, setelah ada pendonor.
Apalagi PMI memiliki banyak sukarelawan (pendonor) di Karangasem dengan golongan darahnya O.
Baca juga: Korban Gempa Turki, Nia Marlinda WNI Asal Bali Meninggal Dunia, Berencana Akan Pulang ke Bali
Baca juga: Pembunuh Pacar yang Sedang Hamil Dikenakan Pasal Berlapis, Simak Penjelasan Polresta Denpasar!
"Stok darah UDD PMI Karangasem, Rabu (8/2), stok darah A 5 kantung, darah B 10 kantung, AB 8 kantung, dan O sementara kosong. Tetapi tiap hari kegiatan donor berjalan. Pemintaan dari instansi terkait," kata Suara Arsana, Rabu (8/2/2023).
Ditambahkan, kosongnya stok darah golongan O tidak mengkhawatirkan.
Mengingat daftar sukarelawan yang memiliki golongan darah O cukup banyak.
“Daftar (pendonor) sukarelawan darah AB+ yang kita sulit dapat.
Kalau untuk darah O ada saja pendonor.
Banyak daftar sukarelawannya di Karangasem,”ungkp Suara, sapaan akrabnya.
"Kebutuhan darah di Karangasem untuk dua rumah sakit sekitar 20 - 25 kantung.
Banyak pasien yang membutuhkan stok darah.
Seperti pasien yang meelakukan cuci darah.
Kegiatan donor darah terus dilakukan, sesuai permintaan masyarakat dan instansi pemerintah," sebut Suara Arsana.
Pihaknya mengimbau masyarakat, terutama keluarga pasien yang mmbutuhkan darah, harus melakukan donor untuk antisipasi hal tidak diinginkan.
Kesadaran keluarga pasien harus ada.
Jika sudah tidak ada solusi, baru diambilkan di PMI.
Seharusnya stok darah di PMI harus ada.
Tujuannya untuk kebutuhan yang emergency.
"Kita keteteran darah belakangan ini. Januari - Februari banyak dibutuhkan darah.
Masyarakat banyak yang sakit. Ada operasi, kecelakaan. Kebutuhan darah sangat banyak.
Tapi masyarakat yang melaksanakan donor sukarela juga banyak.
Pendonor yang paling banyak di Kecamatan Karangasem. Seperti instansi,"tambah Suara (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/rhntgmkgymkgy.jpg)