Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Gempa Turki

Khawatir Gempa Susulan, Keluarga di Bali Berharap PMI di Turki Baik-baik Saja

 Harap-harap cemas hal itu tampak tersirat di wajah I Wayan Budiarta (32), suami dari Ni Kadek Purwani (30), seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI).

AFP/OMAR HAJ KADOUR
Harap-harap cemas hal itu tampak tersirat di wajah I Wayan Budiarta (32), suami dari Ni Kadek Purwani (30), seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di Turki. Kendati sudah mendapatkan kabar bahwa istrinya baik-baik saja, dan tak terkena musibah gempa bumi di Turki 7,8 SR karena tempat tinggal dan bekerjanya jauh dari lokasi gempa, Wayan tetap mengkhawatirkan kondisi istrinya di perantauan. “Masih khwatir. Namanya bencana, kita doa seorang suami biar tak ada (gempa) susulan lagi. Kontrak kerja istri saya dua tahun. Ini baru 6 bulan,” jelasnya ketika ditemui di kediamannya di Kota Denpasar, Kamis (9/2). 

TRIBUN-BALI.COM -  Harap-harap cemas hal itu tampak tersirat di wajah I Wayan Budiarta (32), suami dari Ni Kadek Purwani (30), seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di Turki.

Kendati sudah mendapatkan kabar bahwa istrinya baik-baik saja, dan tak terkena musibah gempa bumi di Turki 7,8 SR karena tempat tinggal dan bekerjanya jauh dari lokasi gempa, Wayan tetap mengkhawatirkan kondisi istrinya di perantauan.

“Masih khwatir. Namanya bencana, kita doa seorang suami biar tak ada (gempa) susulan lagi. Kontrak kerja istri saya dua tahun. Ini baru 6 bulan,” jelasnya ketika ditemui di kediamannya di Kota Denpasar, Kamis (9/2).

Baca juga: Gempa Bumi Papua Renggut Korban Jiwa, Simak Beritanya!

Baca juga: Gempa Bumi Papua Renggut Korban Jiwa, Simak Beritanya!

Seusai mendengar musibah gempa bumi tersebut, ia dan istrinya sudah berkomunikasi melalui saluran telepon dan astungkara-nya baik-baik di sana karena tempat kerja jaraknya sekian kilometer dari lokasi bencana. Namun kata istri Wayan masih ada imbauan untuk tetap waspada terkait adanya gempa susulan.

Istri Wayan bekerja sebagai terapis spa di Turki dan saat ini masih tinggal di mess tempat pertamanya tinggal di Turki. Sementara untuk keluhan susahnya mendapatkan makanan, Wayan mengatakan istrinya tak ada mengatakan hal tersebut. Namun tamu yang menggunakan jasa terapisnya berkurang terlebih saat ini sedang musim salju juga di sana.

“Dia tetap kerja, dari tempat kerja belum ada kebijakan apa-apa, kayak diliburkan, tetap kerja. Cuma okupansi yang berkurang,” imbuhnya.

Untuk informasi kepulangan lebih awal, Wayan masih menunggu kebijakaan dari tempat kerja istrinya. Apakah nanti ketika merasa kurang aman di lokasi tempat kerja kebijakan dari Hotel akan dipulangkan atau dipindahkan ke Hotel lain yang lebih jauh dari lokasi bencana itu, informasi itulah yang juga masih dinanti Wayan dan keluarganya.

“Iya. Kemarin malam jam 01.00 saya pulang kerja masih komunikasi. Dia masih kerja. Katanya dari lokasi lumayan jauh dia tinggal di Antalya,” paparnya.

Sebelumnya istrinya berangkat bekerja ke Turki melalui agen pekerjaan di Batubulan, Gianyar. Hingga kini ia juga belum mendapatkan informasi dari agen tersebut dan masih akan ditanyakan kepada istrinya terkait komunikasinya dengan agen.

“Pertama adik yang hubungi menanya gimana di sana karena lihat di medsos beritanya, tiyang belum tahu karena masih kerja. Dia bilang masih aman dan lokasi jauh dari tempat tinggal dan semoga saja tidak ada susulan lagi dan berakhir,” ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved