KKB Papua

Sebuah Surat milik KKB Papua Egianus Kogoya Ditemukan di TKP Pembakaran Pesawat Susi Air, Ini Isinya

Sepucuk surat yang ditinggalkan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianas Kogoya ditemukan Tim gabungan TNI-Polri di lokasi dibakarnya pesaw

Editor: I Putu Juniadhy Eka Putra
TRIBUN PAPUA/ISTIMEWA
Pentolan KKB Papua Pastikan Kapten Phillip Marthens Tak Akan Dibebaskan hingga Papua Merdeka 

Sebuah Surat milik KKB Papua Egianus Kogoya Ditemukan di TKP Pembakaran Pesawat Susi Air, Ini Isinya

TRIBUN-BALI.COM, TIMIKA - Sepucuk surat yang ditinggalkan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianas Kogoya ditemukan Tim gabungan TNI-Polri di lokasi dibakarnya pesawat Susi Air.

Kepala Operasi Damai Ratenz Kombes Faizal Ramadhani mengatakan jika surat tersebut tidak memiliki pesan khusus.

Serta tidak ada kaitannya dengan aksi penyanderaan pilot Susi Air, Kapten Philip Mark Mehrtens.

"Setelah kita buka, ternyata itu surat tertandanya sudah lama, 17 Oktober 2018, tapi itu menunjukkan bahwa kejadian di Paro dilakukan oleh Egianus," kata Faizal.

Lebih lanjut, Faizal menjelaskan jika surat tersebut ditemukan tim gabungan saat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). 

Tampak Pilot Susi Air, Captain Phillip Marthens bersama Egianus Kogoya dan sejumlah pasukan KKB di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan. Tim gabungan TNI-Polri menemukan sepucuk surat yang ditinggalkan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya di lokasi pesawat Susi Air yang hangus terbakar.
Tampak Pilot Susi Air, Captain Phillip Marthens bersama Egianus Kogoya dan sejumlah pasukan KKB di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan. Tim gabungan TNI-Polri menemukan sepucuk surat yang ditinggalkan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya di lokasi pesawat Susi Air yang hangus terbakar. (Tribun-Papua.com/Istimewa)

"Di TKP kita menemukan ada surat yang ditinggalkan Egianus, kita tahu itu ditinggalkan karena ditaruh di tiang yang ditanam di depan TKP," kata Kepala Operasi Damai Cartenz Kombes Faizal Ramadhani di Mimika, Jumat (17/2/2023).

Surat tersebut dibuat dengan komputer dan ditandatangani 5 tahun lalu atau tepatnya pada 17 Oktober 2018.

Baca juga: Buru KKB Papua Penculik Pilot Susi Air, Brigjen Juinta Omboh: Turunkan Pasukan Lengkap

Berikut isi dari surat yang ditandatangani oleh Egianus Kogoya tersebut:

"Dengan ini saya memohon kekuatan/militer TPN-OPM mengganggu fasilitas keamanan militer Indonesia.

Ini bukan Papua atau masyarakat Indonesia. Mohon: jangan mengejar masyarakat, jangan menganggu masyarakat, jangan olok-olok masyarakat, jangan caci maki masyarakat.

Yang mengganggu fasilitas keamanan kami militer TPN-OPM, boleh kejar saya, saya tidak mundur satu langkah pun dan dimana bertemu sekali bertemu.

Yang mengeluarkan surat komando ini, dikeluarkan Markas Besar Pertahanan TPN-OPM Papua Barat, Ndugama, Makodap III."

Surat yang ditinggalkan Egianus Kogoya di dekat lokasi pembakaran pesawat Susi Air, Paro, Nduga, Papua Pegunungan, Rabu (15/2/2023). Surat tersebut dibuat dengan komputer dan ditandatangani 5 tahun lalu atau tepatnya pada 17 Oktober 2018.
Surat yang ditinggalkan Egianus Kogoya di dekat lokasi pembakaran pesawat Susi Air, Paro, Nduga, Papua Pegunungan, Rabu (15/2/2023). Surat tersebut dibuat dengan komputer dan ditandatangani 5 tahun lalu atau tepatnya pada 17 Oktober 2018. (Istimewa)

Sebelumnya situasi keamanan di Distrik Paro menjadi tidak kondusif setelah KKB pimpinan Egianus Kogoya mengancam pekerja bangunan yang sedang membangun Puskesmas Paro pada Sabtu 4 Februari 2023.

Setelah itu, KKB membakar pesawat pilatus milik Susi Air di Lapangan Terbang Paro pada Selasa 7 Februari 2023 pagi.

Baca juga: Pentolan KKB Papua Pastikan Kapten Phillip Marthens Tak Akan Dibebaskan hingga Papua Merdeka

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved