Berita Denpasar
30 Karya Maestro Nyoman Gunarsa Dipamerkan di Sanur, Pameran Pertama di Bali Setelah Berpulang
Lukisan maestro almarhum Nyoman Gunarsa dipamerkan di Griya Santrian Art Gallery, Sanur, Denpasar.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Itu terlihat dari pergaulan Nyoman Gunarsa dengan banyak kalangan hingga pejabat tinggi di negeri ini.
Misalkan saja, presiden Ir. Soekarno pun berkesempatan memberikan tanda tangan pada sebuah karya sketsa Nyoman Gunarsa.
“Presiden Joko Widodo juga mengoleksi lukisan Nyoman Gunarsa yang bercerita Jokowi Minum Jamu. Dan beliau bersama istri diundang ke istana untuk menyerahkan lukisan tersebut,” katanya.
Lukisan Jokowi Minum Jamu ini pun dipajang di ruang rapat kepresidenan di Istana Negara.
Tidak berhenti sampai disitu, Nyoman Gunarsa juga mengukir sejarah sebagai pejuang Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) karya seni lukis di Indonesia.
“Sosok Nyoman Gunarsa adalah pejuang sekaligus pahlawan dalam seni lukis modern. Memiliki dedikasi tinggi untuk kemajuan peradaban Bali yang diterima dunia internasional,” katanya.
Istri Nyoman Gunarsa, Indrawati mengatakan, suaminya merupakan pribadi yang sangat dicintai banyak orang dan menjadi guru bagi semua kalangan.
“Pak Nyoman juga memiliki banyak gagasan cemerlang dan mendedikasikan dirinya untuk kemajuan kebudayaan secara luas. Hingga kini kami sangat kehilangan sosok seperti beliau,” kata Indrawati.
Ia juga bercerita jika Nyoman Gunarsa adalah pengagum dari Kumbakarna dan terlihat jiwanya dalam lukisan Kumbakarna.
“Pengagum Kumbakarna karena membela negara yang mendapat serangan dari luar, bukan untuk Rahwana, tapi untuk rakyat,” katanya.
Sejak awal, gaya lukisan Nyoman Gunarsa cenderung ekspresionis kemudian berkembang dari tema keseharian masyarakat Bali tradisional, abstraksi sesaji, deformasi aringgit (wayang), dan gerak penari.
Nyoman Gunarsa meramu gaya tersebut dengan imajinasi yang diasah dari konsistensinya mendalami kesenian Bali sehingga melahirkan karya dengan “gaya Gunarsa” yang sangat terkenal.
Lima tahun silam Nyoman Gunarsa meninggal dunia, tepatnya pada Minggu, 10 September 2017.
Ia bukan hanya meninggalkan karya berupa sketsa, drawing, maupun lukisan yang dapat mengisahkan ribuan jejak berkeseniannya, tetapi juga sebuah museum seni dengan ribuan koleksi yang sangat kaya khazanah seni budaya adiluhung.
Sepanjang karier sebagai perupa, Nyoman Gunarsa memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian dan pengembangan seni serta memfasilitasi berbagai kegiatan budaya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.