Gempa Turki

Tidak Diaben, Korban Gempa Turki Ni Wayan Supini Akan Dikebumikan Pada Maret 2023, Ini Alasannya!

Hal tersebut terjadi lantaran kematian Ni Wayan Supini di Turki termasuk kategori “salah pati” dalam Agama Hindu.

Penulis: Ida Bagus Putu Mahendra | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
(Tribun Bali/Ida Bagus Putu Mahendra)
I Nyoman Ranten, suami dari mendiang Ni Wayan Supini. Ungkap Jenazah Ni Wayan Supini tak akan dilakukan upacara Pengabenan. 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Keluarga dari Ni Wayan Supini, korban gempa bumi Turki ungkap rencana upacara kematian Ni Wayan Supini.

Hal tersebut diungkapkan oleh I Nyoman Ranten, suami dari mendiang Ni Wayan Supini saat ditemui awak media jelang kedatangan jenazah Ni Wayan Supini, di kedatangan Kargo Domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali pada Kamis 23 Februari 2023.

I Nyoman Ranten mengungkapkan, Ni Wayan Supini tak akan dilakukan upacara pengabenan.

Hal tersebut terjadi lantaran kematian Ni Wayan Supini di Turki termasuk kategori “salah pati” dalam Agama Hindu.

Sehingga, berdasarkan aturan di tempat asal Ni Wayan Supini, orang yang meninggal dalam kategori “salah pati” atau kematian yang salah, disebut tak boleh dilakukan pengabenan.

Baca juga: Jenazah Korban Gempa Turki Ni Wayan Supini Tiba di Bali, Langsung Bertolak ke Klungkung

Baca juga: Lansia Asal Perancis Meninggal Dunia di Seminyak Badung Dalam Sebuah Villa, Ini Kata Polisi

Kapolresta Denpasar, dan perwakilan Divhubinter Mabes Polri untuk menjemput kedatangan jenazah Ni Wayan Supini di kedatangan Kargo Domestik, Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali sore tadi.

Tampak peti jenazah Ni Wayan Supini diangkat oleh 6 personel TNI-Polri dari pesawat kargo menuju mobil ambulans RS Bhayangkara Denpasar.
Kapolresta Denpasar, dan perwakilan Divhubinter Mabes Polri untuk menjemput kedatangan jenazah Ni Wayan Supini di kedatangan Kargo Domestik, Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali sore tadi. Tampak peti jenazah Ni Wayan Supini diangkat oleh 6 personel TNI-Polri dari pesawat kargo menuju mobil ambulans RS Bhayangkara Denpasar. (Ida Bagus Putu Mahendra)

 

“Kalau ngaben, sesuai dresta (aturan), sesuai pararem (aturan) di desa kami, tidak diperbolehkan karena dianggap mati ‘salah pati’,” ungkap I Nyoman Ranten.

I Nyoman Ranten menyebut, jenazah Ni Wayan Supini akan dikuburkan di kuburan desa, Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Bali.

Diperkirakan, jenazah Ni Wayan Supini akan dikebumikan pada 10 Maret 2023 mendatang.

“Ini (jenazah Ni Wayan Supini) harus dikubur. Mungkin 10 Maret (2023) di kuburan desa,” pungkas I Nyoman Ranten, suami dari Ni Wayan Supini.

Sementara itu, jenazah Ni Wayan Supini, korban gempa bumi Turki tiba di Bali pada Kamis 23 Februari 2023 sekitar pukul 16.10 WITA.

Jenazah Ni Wayan Supini mendarat di Kedatangan Kargo Domestik, Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali setelah sebelumnya berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.

Kedatangan jenazah Ni Wayan Supini disambut oleh puluhan sanak keluarga dari Ni Wayan Supini.

Selain itu, hadir pula Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra, sejumlah pejabat utama Polda Bali.

I Nyoman Ranten, suami dari mendiang Ni Wayan Supini. Ungkap Jenazah Ni Wayan Supini tak akan dilakukan upacara Pengabenan.
I Nyoman Ranten, suami dari mendiang Ni Wayan Supini. Ungkap Jenazah Ni Wayan Supini tak akan dilakukan upacara Pengabenan. ((Tribun Bali/Ida Bagus Putu Mahendra))

 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved