Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Internasional

Setahun Peperangan Rusia Ukraina, Ini Harapan WNA Ukraina yang Tinggal di Bali

Salah satu WNA Ukraina, bernama Julia mengecam orang-orang yang mengabaikan peperangan ini dan tidak memerhatikan dampak dari peperangan ini.

Tayang:
sari
Untuk memperingati setahun perang ini, WNA Ukraina mengadakan peringatan di Honorary Consulate of Ukraine, Jalan Gurita, Denpasar pada, Jumat 24 Februari 2023. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Setahun sudah peperangan antara Rusia dan Ukraina.

Tentunya perang ini menyisakan kepedihan yang mendalam, khususnya pada warga Rusia dan Ukraina.

Termasuk yang berada di luar negara tersebut. 

Untuk memperingati setahun peperangan ini, WNA Ukraina mengadakan peringatan di Honorary Consulate of Ukraine, Jalan Gurita, Denpasar pada, Jumat 24 Februari 2023.

Salah satu WNA Ukraina, bernama Julia mengecam orang-orang yang mengabaikan peperangan ini dan tidak memerhatikan dampak dari peperangan ini.

Baca juga: Vakum Jelang Masa Kampanye, Empat Organisasi yang Dipimpin Putri Koster Akan Tetap Bergerak

Baca juga: Tempat Kerja dan Tempat Tinggal di Turki Rata Dengan Tanah, Armini Minta Dipulangkan ke Bangli

Untuk memperingati setahun perang ini, WNA Ukraina mengadakan peringatan di Honorary Consulate of Ukraine, Jalan Gurita, Denpasar pada, Jumat 24 Februari 2023.
Untuk memperingati setahun perang ini, WNA Ukraina mengadakan peringatan di Honorary Consulate of Ukraine, Jalan Gurita, Denpasar pada, Jumat 24 Februari 2023. (sari)

“Bunga ini untuk mengenang orang-orang yang meninggal dunia, anak-anak, tentara sipil, yang melindungi Ukraina.

Sejak sejak hari pertama dan bahkan sebelum itu. Saya berharap tidak akan ada penembakan terhadap orang-orang sipil, anak-anak tidak mati, dan perang berakhir secepat mungkin dan kami akan menang,” kata Julia.

Menurutnya tidak perlu diperdebatkan tentang teritorial wilayah.

Ukraina adalah milik penduduk Ukraina sejak merdeka tahun 1991.

Dan Ukraina merupakan rumahnya, setiap orang berharap dapat kembali ke Ukraina dan Ukraina menjadi tempat aman untuk ditempati lagi.

“Saya mengecam invasi Rusia. Mereka jahat dan tidak memiliki hak untuk melakukan perbuatan kriminal.

Mereka kejam. Mereka membunuh tanpa ampun dan dengan buruk memperlakukan penduduk yang hendak bekerja tanpa alasan,” imbuhnya.

Untuk memperingati setahun perang ini, WNA Ukraina mengadakan peringatan di Honorary Consulate of Ukraine, Jalan Gurita, Denpasar pada, Jumat 24 Februari 2023.
Untuk memperingati setahun perang ini, WNA Ukraina mengadakan peringatan di Honorary Consulate of Ukraine, Jalan Gurita, Denpasar pada, Jumat 24 Februari 2023. (sari)

Untuk keluarga Julia, masih tinggal di tempat yang aman.

Sebagian besar keluarganya tinggal di bagian selatan Ukraina.

Dan saat ini orangtua serta kakak laki-lakinya tinggal di Berlin, Jerman untuk sementara.

Sebelumnya mereka melarikan diri dari Kiev.

"Terima kasih kepada Tuhan mereka selamat," imbuhnya.

“Saya berharap 100 persen bisa kembali berkumpul dengan keluarga saya. Saat ini yang bisa saya lakukan adalah aktif berkomunikasi dengan mereka dan berkompetisi setiap hari agar tidak kehilangan kontak,” sambungnya.

Menurutnya bantuan yang berasal dari negara lain sangat diperlukan.

Dan masyarakat perlu untuk dipersentajai untuk melindungi diri, mencegah pengeboman di kota-kota yang damai, penduduknya karena infrastruktur di Ukraina sudah banyak yang hancur.

Sangat sulit bagi penduduk di sana untuk tinggal sesuai dengan kemauan, untuk melindungi diri sendiri.

“Banyak orang bertanya mengapa ke Bali saat perang.

Saya mencoba melanjutkan hidup, hidup harus tetap berjalan, dan saya tidak mau menunggu.

Ini adalah hidup saya. Perang mengajarkan saya untuk menghargai waktu dan apa yang saya punya.

Saat ini kebetulan aku punya kesempatan untuk wisata ke Bali dan Bali aman. Saya berencana mungkin 2-3 bulan di sini untuk mencari ketenangan, melakukan yoga sebagai turis,” paparnya.

Hal yang sama diungkapkan Alexandra selaku WNA Ukraina.

Ia mengatakan, walaupun di Bali ia mendukung dan menghormati teman-teman dan keluarga yang masih berada di Ukraina, dan bertahan dan melawan serangan Rusia.

Serta ia pun ikut meletakkan bunga, sebagai penghormatan terhadap teman dan keluarga yang meninggal atas invasi Rusia ke Ukraina dan mengingatkan dunia untuk tidak melupakan Ukraina dan mendukung Ukraina, bahwa perang belum berakhir.

“Warna bunga-bunga ini biru dan kuning sesuai dengan bendera kami. Kami memiliki tradisi saat seseorang meninggal, kami meletakkan bunga di kuburan sebagai tanda kehormatan kehidupan. Bunga sebagai tanda betapa singkatnya sebuah kehidupan,” kata, Alexander. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved