Bharada I Wayan Pasek Sukma

Suasana Haru Iringi Prosesi Perabuan Jenazah Bharatu Anumerta I Wayan Pasek di Bangli

Sementara untuk prosesi hari ini, diawali dengan nyiramin (memandikan) jenazah pada pukul 10.00 WITA.

mer
Suasana perabuan Bharatu Anumerta I Wayan Pasek di Setra Adat Penatahan. Jumat (24/2/2023). 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Suasana haru menyelimuti prosesi perabuan jenazah Bharatu Anumerta I Wayan Pasek Sukma Diana, Jumat (24/2/2023).

Ratusan masyarakat ikut mengiringi prosesi perabuan anggota Polri asal Banjar Penatahan, Desa/Kecamatan Susut, Bangli ini.

Bertempat di Setra Adat Penatahan, prosesi perabuan diawali dengan upacara militer, sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Upacara perabuan secara militer ini dipimpin oleh Kapolres Bangli, AKBP I Dewa Gede Agung Roy Marantika.

Dalam sambutannya, kapolres mengatakan sebagai penghormatan dan penghargaan terakhir, dilaksanakan upacara Perabuan secara kebesaran terhadap Almarhum Bharatu Anumerta I Wayan Pasek Sukma Diana.

Upacara perabuan militer sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada Bharatu Anumerta I Wayan Pasek.
Upacara perabuan militer sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada Bharatu Anumerta I Wayan Pasek. (Istimewa)

Diakui, jika semua merasa kehilangan atas kepergian almarhum, sebagai seorang Bhayangkara yang selalu memegang teguh setiap prinsip perjuangan dengan loyalitas dan dedikasi.

Semasa hidupnya almarhum adalah seorang Bhayangkara yang selalu mendharma bhaktikan diri dalam kepolisian, bangsa dan negara, yang patut menjadi suri tauladan.

"Kami menyatakan belasungkawa yang sedalam-dalamnya dan memanjatkan doa, semoga almarhum di terima di sisi tuhan sesuai amal baktinya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran serta perlindungannya," ungkapnya.

Sementara ditemui disela-sela acara perabuan, Paman Bharatu Anumerta Wayan Pasek Sukma Diana, I Nyoman Setiawan mengungkapkan pihak keluarga masih sangat terpukul atas kepergian almarhum.

Hal ini pula yang menjadi alasan upacara militer hanya dilakukan di setra.

"Kami masih sangat shock dan belum siap. Alarmhum anak yang baik dan sangat polos. Semua merasa kehilangan, tidak hanya keluarga besar namun juga warga di Penatahan," sambungnya.

Suasana perabuan Bharatu Anumerta I Wayan Pasek di Setra Adat Penatahan. Jumat (24/2/2023).
Suasana perabuan Bharatu Anumerta I Wayan Pasek di Setra Adat Penatahan. Jumat (24/2/2023). (mer)

Lanjut Nyoman Setiawan, sebelumnya setelah diberangkatkan dari Surabaya dan tiba di Bangli pada hari Rabu 10.00 WITA, jenazah selanjutnya dititip di RSU Bangli.

Dan pada hari Kamis (23/2/2023) jenazah telah dibawa ke rumah duka.

Sementara untuk prosesi hari ini, diawali dengan nyiramin (memandikan) jenazah pada pukul 10.00 WITA.

"Setelahnya jenazah ditempatkan di bale dangin, untuk prosesi mesoda, atau memberikan makan untuk almarhum. Selain itu seluruh keluarga berdoa untuk almarhum agar mendapat tempat terbaik di sisi tuhan," ucapnya.

Setelah lewat jam 12.00 WITA, jenazah selanjutnya dibawa ke setra. Ada ratusan krama banjar adat yang ikut mengiringi perjalanan ke setra.

"Karena almarhum merupakan anggota Polri, maka dilakukan upacara militer, sebagai bentuk penghormatan terkahir. Dan setelahnya baru dilakukan proses pembakaran jenazah," jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved