Berita Tabanan

Kabupaten Tabanan di Bali Kini Miliki Pusat Terapi Anak Berkebutuhan Khusus

Kabupaten Tabanan, Bali kini memiliki pusat terapi anak pertama yang berfokus pada anak-anak dengan kebutuhan khusus berbasis psikologi.

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Putu Kartika Viktriani
Ist
Peresmian Pusat Terapi anak berkebutuhan khusus di Tabanan, Bali bernama Yayasan Sriti Santi Asih. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN- Kabupaten Tabanan, Bali kini memiliki pusat terapi anak pertama.

Rumah terapi itu berfokus pada anak-anak dengan kebutuhan khusus berbasis psikologi.

Peresmian itu dilakukan langsung oleh Sekda Tabanan I Gede Susila dengan Kepala Dinas Pendidikan I Gusti Putu Ngurah Darma Utama.

Sekda Tabanan informasi juga sebagai pendiri yayasan rumah panti yang dinamai Sriti Santi Asih ini berlokasi di Perumahan Angsa Putih Banjar Delod Puri Kecamatan Kediri Tabanan, Bali.

Sekda Tabanan, I Gede Susila mengatakan, bahwa yayasan ini, fungsinya sebagai pusat terapi untuk anak berkebutuhan khusus dengan berbasis psikologi dan ilmu-ilmu terkait lainnya.

Yang bertujuan untuk membantu orang tua dalam menghadapi permasalahan pada anak secara tepat dan akurat.

Sehingga dapat diperoleh penatalaksanaan yang tentunya sesuai dengan kebutuhan anak dan keluarga.

“Banyak sekali di Tabanan, anak-anak berkebutuhan khusus, dari tingkat ekonominya, tidak semua sama atau mampu membiayai dan menyekolahkan anak. Pada saat itu (saat masih menjadi Kadis pendidikan), dengan beberapa guru saya mencoba menuangkan ide (pendirian yayasan terapi). Ketika Saya tuang ide ini, Pak Bupati mesupport sangat baik,” ucapnya Senin 27 Februari 2023.

Baca juga: Tahun 2023 Ini, 40 Sekolah di Tabanan Akan Diperbaiki

Susila menjelaskan, bahwa pembangunan Yayasan ini memiliki tujuan, disamping membantu masyarakat Tabanan dengan segala keterbatasan yang ada.

Nantinya, juga tidak terlalu jauh untuk melakukan terapi.

Bahkan, di samping ada fisioterapi anak, pun juga ada menyediakan fisioterapi dewasa untuk pengobatan pasca stroke dan trauma.

“Jadi selain fisioterapi anak juga ada fisioterapi dewasa,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Tabanan I Gusti Putu Ngurah Darma Utama menyatakan, bahwa persoalan anak yang berkembang seiring dengan tuntutan di bidang teknologi dan ekonomi, perlu mendapatkan penanganan secara psikologis.

Keberadaan Yayasan ini dengan tugas menangani keterbelakangan anak secara psikis, dengan layanan konseling, psikologi dan fisioterapi. 

“Di Kabupaten Tabanan akhirnya ada lembaga dan akses bagi masyarakat untuk mendapatkan layanan atas ketertinggalan generasi-generasi kita. Yang berakibat, baik secara sosial, psikis, berkebutuhan khusus. Harapan tentu Yayasan ini bisa menjadi tempat yang nantinya memberikan kontribusi bagi generasi-generasi yang adaptif sehingga siap menerima kondisi masa depan nantinya, generasi yang membanggakan,” bebernya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved