Liga 1

Hitung-hitungan Juara Liga 1 2022/2023, PSM Makassar Terdepan, Duel Persija vs Persib Jadi Penentuan

Berikut hitung-hitungan juara Liga 1 2022/2023, di mana saat ini sudah memasuki pekan ke-27.

Penulis: Komang Agus Ruspawan | Editor: Ady Sucipto
Dok ist/Kolase Tribun Bali/Liga1/Persija/PSM
Kolase pelatih Persib Bandung Luis Milla, Persija Jakarta Thomas Doll, dan pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares. Sisakan 10 Laga, Ini Hitung-hitungan Perebutan Juara Liga 1: PSM Diuntungkan Timbang Persib, Persija 

Saat Persija kehilangan Yusuf Helal, tim Macan Kemayoran sulit mencetak gol.

Sejumlah pemain muda potensial Persija juga dipanggil memperkuat Timnas U-20 di Piala Asia U-20.

Sementara Persib mengalami kendala ketika ada pemain andalannya yang absen karena sanksi atau cedera.

Dampak hilangnya Ciro Alves atau David da Silva di depan sangat besar pengaruhnya.

Tim Maung Bandung pun tanpa diperkuat kiper Teja Paku Alam dalam beberapa laga berikutnya.

Delapan Laga Sisa

Hitung-hitungan juara Liga 1 2022/2023 kalau dilihat dari delapan laga tersisa, peluang PSM Makassar juga sangat besar.

Tim Ayam Jantan dari Timur relatif hanya akan menghadapi lawan-lawan ringan.

Dari delapan laga tersisa, hanya ada dua laga yang berat yakni melawan Borneo FC dan Madura United.

Pertandingan melawan Borneo FC yang merupakan laga tunda, digelar di penghujung musim alias pekan ke-34.

Sedangkan lawan Madura United pada pekan ke-32.

Tapi peluang Borneo FC dan Madura United untuk menjadi juara sudah berat sehingga PSM diprediksi bisa meraih poin.

Selebihnya PSM “hanya” akan menghadapi Dewa United, Persis Solo, Persikabo Bogor, Persita Tangerang, Bhayangkara FC, dan PSIS Semarang.

PSM akan melakoni empat laga kandang, dan empat laga tandang.

Sementara Persib Bandung masih harus bertemu Persija Jakarta, dan Persebaya Surabaya.

Sisanya melawan Persik Kediri, Dewa United, Bhayangkara FC, Persis Solo, Persita, dan terakhir Persikabo Bogor.

Sedangkan Persija menghadapi Persib, kemudian Borneo FC, Persik, PSIS, Persita, Persebaya, Dewa United, dan PSS Sleman.

Konsistensi penampilan ketiga tim kuda pacu yang bersaing sangat dibutuhkan untuk memastikan gelar juara.

Selain juga kita berharap tidak ada jual beli laga memasuki akhir musim ini, menyusul kebijakan kontroversial PSSI yang menghapus sistem degradasi musim ini. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved