Dokter Mawar Meninggal Dunia
Jejak Karir Dokter Mawartih Susanty, Lulusan Spesialis Paru Unair, Jadikan Nabire Tempat Pengabdian
Berikut ini adalah rekam jejak Dr. Mawartih Susanty, Sp.P, dokter spesialis paru yang ditemukan meninggal dunia secara tidak wajar di rumah dinasnya
"Namun kendala pemerataan dokter spesialis di daerah terutama wilayah terpencil akan sulit diatasi apabila hal-hal seperti jaminan keamanan dan keselamatan serta akses infrastruktur tidak diperbaiki oleh pemerintah," kata Adib Khumaidi.
Sosok dr Mawartih Susanty
Dikutip dari akun Linkedin-nya, dr Mawartih Susanty menyelesaikan S1 kedokteran dari Universitas Hasanuddin pada 2004.
Setelah itu, ia menempuh pendidikan spesialis Pulmonologi dan Ilmu Respirasi dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.
Sementara itu, menurut keterangan Ketua IDI Cabang Nabire Dr. Oktovianus Saranga, SpOG, dr Mawartih sudah berdinas sejak 5 tahun lalu di Nabire.
Baca juga: Keluarga Sebut Temukan Tanda-tanda Kekerasan di Mayat Dokter Mawartih Susanty di Nabire Papua
Tidak hanya sebagai dokter spesialis paru satu-satunya di Nabire, dr Mawartih diketahui banyak berpartisipasi secara aktif dalam berbagai kegiatan edukasi yang diadakan oleh IDI maupun pemerintah setempat.
"Beliau juga dikenal ramah dan selalu menolong orang. IDI Nabire siap membantu penyelidikan penyebab meninggalnya beliau," ungkap dr Oktovianus.
(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jejak Pengabdian dr Mawar Dipuji, Jadi Dokter PTT di Kalteng dan Tolikara Usai Lulus dari FK Unhas.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.