Berita Bali
Save Bali Go Solar, SatuWatt Gaungkan Life Style PLTS Atap Energi Surya Ramah Lingkungan
Save Bali Go Solar, SatuWatt gaungkan Life Style PLTS atap Energi Surya ramah lingkungan.
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Kartika Viktriani
TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - PT SatuWatt Solar Dewata menggalakkan campaign penerapan energi surya ramah lingkungan untuk diterapkan di Bali menyikapi energi konvensional bahan bakar fosil semakin menipis dan tidak bisa diperbarui.
Perusahaan penyedia solusi sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang hadir 2 tahun terakhir ini di Bali mengembangkan komunitas pengguna sistem PLTS Atap dari skala perumahan, komersial, dan industri.
Komitmennya diwujudkan dalam mendukung bauran energi terbarukan di Indonesia, salah satuanya membangun Instalasi PLTS Atap di Tamora Square, dari ratusan PLTA Atap lainnnya di Bali.
SatuWatt pun mengadakan acara peresmian Penyalaan Panel Surya di Tamora Square yang dirangkai diskusi seputar PLTS.
Diskusi ini membahas mengenai tantangan terbesar pada sistem instalasi panel surya yaitu dari segi teknis, finansial, dan regulasi bersama sejumlah narasumber.
Dipandu oleh Moderator Mely Munial, SatuWatt menghadirkan para narasumber meliputi, pihak Tamora Group Mark Christian D Ching, serta Disnaker ESDM Bali, Ida Bagus Bawa Adiputra
Kemudian, Direktur PT Satuwatt Solar Dewata Api Perdana, perwakilan pengguna solar panel di Bali Pontus Sönnerstedt, serta Manager Koperasi Amoghashiddi Ida Ayu Maharatni.
"Ini upaya kami semaksimal mungkin untuk menyelamatkan Bali melalui penggunaan dan pemanfaatan energi surya yang ramah lingkungan," kata Direktur SatuWatt, Api Perdana saat dijumpai Tribun Bali di Tamora Square, pada Selasa 14 Maret 2023.
Baca juga: Produksi Anjlok, Pembayaran BPJS Ketenagakerjaan Pegawai PLTS Bangli Ngadat
Perusahaan yang berkantor di Jalan Sunset Road No 28, Seminyak, Kuta, Badung, Bali ini memiliki tagline "Save Bali Go Solar".
Dia menjelaskan, penggunaan PLTS, menggunakan energi terbarukan yang ramah lingkungan, dapat mengurangi biaya listrik, menjadi investasi jangka panjang yang menguntungkan, dan meningkatkan nilai properti.
“Energi matahari merupakan energi terbarukan dan wilayah Indonesia merupakan negara tropis dengan produksi listrik mandiri dan lokal. Dan seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa energi matahari sangat berlimpah di Bali,” paparnya.
Lebih lanjut, Api mengatakan, pemanfaatan energi matahari sebagai sumber energi alternatif untuk mengatasi krisis energi, khususnya minyak bumi, sudah terjadi sejak tahun 1970-an dan hal ini mendapat perhatian yang sangat besar dari para pakar di sejumlah negara.
Berbagai teknologi pembuatan sel surya terus diteliti dan dikembangkan dalam rangka upaya penurunan harga produksi sel surya agar mampu bersaing dengan sumber energi lain.
Rasio elektrifikasi di Indonesia baru mencapai 55-60 persen dan hampir seluruh daerah yang belum dialiri listrik adalah daerah pedesaan yang jauh dari pusat pembangkit listrik.
Maka PLTS yang dapat dibangun hampir di semua lokasi merupakan alternatif tepat untuk dikembangkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Pemasangan-PLTS-Atap-di-Tamora-Group-Canggu-Bali.jpg)