Nyepi 2023
STT Widya Mandala di Jembrana Persembahkan Ogoh-ogoh Tema Bah, Ceritakan Kondisi Alam Saat Ini
STT Widya Mandala di Banjar Peken, Kelurahan Lelateng, Negara, Jembrana, Bali persembahkan ogoh-ogoh tema bah, ceritakan kondisi alam saat ini.
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Putu Kartika Viktriani
NEGARA, TRIBUN-BALI.COM - STT Widya Mandala, Banjar Peken, Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara, Jembrana, Bali, membutuhkan waktu hampir dua bulan untuk menggarap ogoh-ogoh.
Ogoh-ogoh yang memiliki tema "Bah" tersebut menceritakan tentang kemarahan alam terhadap perilaku manusia di Zaman Kali Yuga ini.
Kemarahan alam diwujudkan sebagai ogoh-ogoh berwujud seram berwarna biru.
Menurut pantauan, arus lalulintas di areal Kota Negara, Jembrana mulai padat, Selasa 21 Maret 2023.
Puluhan bahkan ratusan ogoh-ogoh sudah mulai terpajang di pinggir jalan raya.
Sejumlah ogoh-ogoh yang mengikuti lomba atau parade di catus pata juga mulai berdatangan, terutama yang dari wilayah jauh seperti Kecamatan Pekutatan dan Melaya.
Ketua STT Widya Mandala, I Putu Gede Prawira Sanjaya mengatakan, pembuatan ogoh-ogoh serangkain Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1945 ini telah digarap sejak akhir bulan Januari 2023 lalu.
Sedikitnya, butuh waktu hampir dua bulan untun menyelesaikan ogoh-ogoh dengan tema "Bah" tersebut.
"Persiapannya sudah mulai akhir Januari lalu. Hampir dua bulan kita garap," kata Gede Prawira saat dikonfirmasi, Selasa 21 Maret 2023.
Baca juga: Anak-anak TK di Klungkung Bali Antusias Ngarak Ogoh-ogoh Mini
Menurut dia, penggunaan tema "Bah" ini terinpirasi dari kondisi alam saat ini.
Ogoh-ogoh berwujud seram dengan warna dominasi biru ini menceritakan tentang alam yang dulunya tenang, damai, dan indah justru dirusak oleh sifat buruk manusia.
Penggunaan kata Bah ini karena memiliki banyak makna, ngeBAH dalam bahasa bali bisa berarti menebang, kemudian Bah dalam bahasa Bali juga memiliki arti menolak.
Sehingga bisa disimpulkan ketika manusia melakukan penebangan pohon secara liar dan menolak untuk melakukan reboisasi, sehingga bencana seperti Air Bah bakal terjadi.
Dia mencontohkan, peristiwa banjir bandang yang terjadi di aliran sungai Bilukpoh, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali pada Oktober 2022 lalu merupakan salah satu kemarahan alam.
Betapa tidak, banjir bandang yang mengakibatkan kerusakan pada sejumlah rumah dan sempat menyebabkan arus lalulintas Jalan Nasional Denpasar-Gilimanuk putus total tersebut disebut-sebut karena perilaku manusia, penebangan hutan secara liar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Ogoh-ogoh-STT-Widya-Mandala-Banjar-Peken.jpg)