Berita Bali
Pariwisata Bali Terkesan Dijual Murah, Pakar Beberkan Alasannya
Setelah banyaknya wisatawan yang membuat onar di Bali, muncul dugaan hal tersebutkan disebabkan karena pariwisata Bali yang terkesan dijual murah.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Pangsa pasar Bali jika bicara terkait wisatawan harus berkualitas. Terlebih di Bali untuk Hotel berbagai macam jenis ada, seperti Restoran juga.
Wisman yang datang dengan high class juga diambil dan yang datang bergrup juga diambil. Jadi, Bali tidak bisa menargetkan turis akan mengambil paket wisata yang mahal.
“Sebenarnya bagi kita sudah bagus. Yang penting kita taat aturan, terutama bagi pemerintah saat ini. Banyak sekali penginapan-penginapan yang dimiliki oleh orang asing atau orang kita seperti villa tidak berizin itu harus ditertibkan,” tandasnya.
Juga banyak tamu yang menginap di rumah-rumah penduduk. Hal ini lah yang harus dibuatkan peraturan oleh pemerintah.
Untuk harga akomodasi tempat menginap para wisman beragammulai dari harga Rp200-300 ribu dan ini lokasinya di rumah penduduk.
Untuk perbulan biasanya Rp 700 ribu. Wisman yang datang ke Bali tentunya memiliki visa yang jelas seperti mulai dari kapan berlakunya.
Namun data dari visa tersebut belum tersambung dengan bagus di sistem oleh Imigrasi di Airport.
“Harus ada sebenarnya si A tanggal sekian sudah berakhir masa tinggalnya, di mana dia menginap. Ini belum ada connect antara tempat dia menginap ini yang perlu. Sehingga ada sampai bulanan kelewat overstay baru ada dideportasi banyak masalah seperti ini. Kalau di negara tempat lain kan harganya mahal dia pergi ke sini memang sih murah kalau di Bali karena jangkauannya segitu dan persaingan ketat,” tutupnya. (*)
Berita lainnya di Berita Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Prof-Dr-Drs-I-Putu-Anom-BSc-MPar-selaku-Guru-Besar-Pariwisata-Unud.jpg)